Takut, Lembaga Sensor ‘Israel’ Minta Media Tak Publikasikan Foto ‘Buronan’ yang Menyusup ke Gaza

25 November 2018, 19:17.
Situs Brigade Al-Qassam mencantumkan nomor telepon untuk memudahkan warga menelepon atau mengirimkan pesan terkait informasi apa pun mengenai para ‘buronan’ tersebut. Foto: Hamas

Situs Brigade Al-Qassam mencantumkan nomor telepon untuk memudahkan warga menelepon atau mengirimkan pesan terkait informasi apa pun mengenai para ‘buronan’ tersebut. Foto: Hamas

JALUR GAZA, Ahad (Middle East Eye): Lembaga sensor penjajah Zionis ‘Israel’ mengeluarkan peringatan kepada media massa setelah Hamas mempublikasikan foto-foto “buronan” yang dikatakan terlibat dalam operasi penyamaran ‘Israel’ ke Jalur Gaza bulan ini dan menyerukan perincian tentang mereka.

Tanpa mengomentari kredibilitas informasi Hamas, lembaga sensor mendesak media massa untuk tidak menyebarluaskan perincian tentang insiden 11 November di mana seorang kolonel ‘Israel’, seorang komandan Hamas dan enam warga Palestina lainnya tewas.

‘Israel’ belum merilis nama perwira ‘Israel’ yang tewas itu, dengan alasan pertimbangan keamanan, dan belum berkomentar mengenai tujuan misi penyamaran yang gagal itu karena para pejuang Hamas berhasil menghentikan operasi tersebut.

Insiden itu menyebabkan terjadinya serangan roket selama dua hari dari Gaza dan serangan udara ‘Israel’ ke Gaza.

Serangkaian foto enam pria dan dua wanita, yang digambarkan oleh Hamas sebagai “buronan”, itu muncul tanpa nama di situs sayap militer Hamas, Brigade Izzuddin Al-Qassam, pada Kamis lalu.

Situs tersebut mencantumkan nomor telepon yang bisa dihubungi agar masyarakat bisa menelepon atau mengirimkan pesan teks terkait informasi apa pun mengenai para tersangka itu.

Penjajah Zionis mendesak media ‘Israel’ untuk sebisa mungkin menahan diri dari menyebarkan gambar, perincian identitas pribadi atau perincian pribadi lainnya yang telah mereka terima baik melalui media, jejaring sosial, grup-grup WhatsApp dan platform lainnya.

“Setiap informasi, bahkan jika itu dianggap tidak berbahaya oleh mereka yang menerbitkannya, dapat membahayakan nyawa manusia dan membahayakan keamanan ‘Israel’,” demikian bunyi imbauan penjajah Zionis.

Hukum ‘Israel’ menetapkan bahwa media lokal dan asing harus menyerahkan berita-berita yang berhubungan dengan keamanan atau militer ‘Israel’ kepada lembaga sensor sebelum dipublikasikan.* (Middle East Eye | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Hamas Publikasikan Foto ‘Buronan’ yang Terlibat Operasi Penyamaran di Gaza
Lieberman Marah Bantuan Qatar Senilai 15 Juta Dolar Masuk ke Gaza »