Hamas: Normalisasi Hubungan dengan Penjajah Zionis Bak ‘Menikam Palestina dari Belakang’

26 November 2018, 09:58.
Benyamin Netanyahu (kiri) dalam kunjungan resmi diplomatik ke Oman di mana ia bertemu dengan Sultan Qaboos bin Said pada 25 Oktober 2018. Foto: PM of Israel/Twitter

Benyamin Netanyahu (kiri) dalam kunjungan resmi diplomatik ke Oman di mana ia bertemu dengan Sultan Qaboos bin Said pada 25 Oktober 2018. Foto: PM of Israel/Twitter

LONDON, Senin (Middle East Monitor): Hamas menggambarkan upaya negara-negara Arab menormalisasi hubungan dengan ‘Israel’ sebagai “sebuah tikaman di belakang terhadap Palestina”.

Dalam siaran pers, juru bicara Hamas Abdel-Latif Al-Qanou menyatakan: “Normalisasi hubungan dengan penjajah Zionis juga merupakan tikaman di belakang bagi semua negara yang menolak penjajahan.”

“Penjajah Zionis ‘Israel’ akan tetap menjadi musuh utama bagi Palestina dan negara-negara Arab, serta kunjungan Netanyahu ke negara-negara Arab tidak akan melegitimasi itu.”

Pernyataan ini muncul karena beredar kabar bahwa Netanyahu dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Bahrain. Netanyahu telah melakukan kunjungan serupa ke Oman pada Oktober, sementara para menterinya menghadiri konferensi dan acara internasional di Uni Emirat Arab.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Ulama Baitul Maqdis Khawatirkan Rencana Yahudisasi di Sekitar Masjidil Aqsha
Biksu Budha Protes Pemulangan Muslim Rohingya ke Myanmar »