Menteri Zionis Terima Undangan untuk Berkunjung ke Bahrain

27 November 2018, 19:27.
Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid bin Ahmed Al Khalifa menghadiri pertemuan Menteri Luar Negeri Arab yang diselenggarakan untuk membahas pelanggaran ‘Israel’ terhadap Masjidil Aqsha, di Kairo, Mesir, pada 27 Juli 2017. Foto: Ahmed Gamil/Anadolu Agency

Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid bin Ahmed Al Khalifa menghadiri pertemuan Menteri Luar Negeri Arab yang diselenggarakan untuk membahas pelanggaran ‘Israel’ terhadap Masjidil Aqsha, di Kairo, Mesir, pada 27 Juli 2017. Foto: Ahmed Gamil/Anadolu Agency

ISTANBUL, Selasa (Daily Sabah | Middle East Monitor): Menteri Ekonomi dan Industri ‘Israel’ Eli Cohen telah secara resmi diundang untuk menghadiri konferensi teknologi tinggi internasional pertengahan April tahun depan di Bahrain. Demikian pemberitaan Israeli Broadcast Authority kemarin (26/11). Ini merupakan tanda terbaru perihal perkembangan hubungan regional antara penjajah Zionis dan negara-negara Arab.

“Saya sendiri menerima undangan pribadi ke Bahrain,” ungkap Eli Cohen dalam sebuah wawancara radio. Cohen mengatakan kepada Army Radio bahwa itu undangan untuk (menghadiri) sebuah konferensi pada tahun 2019.

Israeli Broadcasting Corporation (Makan) memberitakan, Cohen akan berpartisipasi dalam konferensi Startup Nations Ministerial, sebuah konferensi teknologi tinggi yang diselenggarakan oleh Bank Dunia. Makan memberitakan, selama tiga hari konferensi tersebut akan membahas cara-cara mempromosikan pertumbuhan ekonomi dengan partisipasi para pembuat keputusan, pengusaha dan investor dari 170 negara.

Ahad lalu, Benyamin Netanyahu mengatakan dalam pertemuan dengan Presiden Chad Idriss Deby bahwa ia akan mengunjungi negara-negara Arab lainnya setelah kunjungannya ke Oman. Kunjungan berikutnya kabarnya adalah Bahrain. Itu berdasarkan pernyataan kantor Netanyahu yang dirilis minggu lalu.

Netanyahu telah meluncurkan sebuah inisiatif untuk mengembangkan hubungan dengan negara-negara Teluk. Sebagai bagian dari kebijakan baru terkait Teluk, Netanyahu melakukan pembicaraan dengan Sultan Oman Qaboos bin Said Al Said di Muscat pada Oktober lalu. Dalam 22 tahun, itu merupakan kunjungan pertama bagi seorang pejabat ‘Israel’. Kunjungan Netanyahu dianggap sebagai pendekatan terhadap Teluk.

Awal bulan ini, Menteri Transportasi dan Intelijen ‘Israel’ Yisrael Kantz tiba di kesultanan untuk membahas proposal jalur kereta api yang akan menghubungkan antara ‘Israel’ dan negara-negara Teluk. Menurut rencana, jalur kereta api itu membentang melewati Yordania dan Arab Saudi ke Teluk.

Sebelumnya, Menteri Kebudayaan dan Olahraga ‘Israel’ Miri Regev telah melakukan tur ke Masjid Syaikh Zayed yang terkenal di Uni Emirat Arab, dan menteri komunikasinya menyampaikan pidato di Dubai, serta lagu ‘Israel’ diputar di sebuah kompetisi yudo di Abu Dhabi.* (Daily Sabah | Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Sudan Bantah Berita Rencana Kunjungan Netanyahu ke Khartoum
Netanyahu Kebut Normalisasi untuk Tutupi Kekalahan di Gaza »