Haniyah Desak PBB Lindungi Hak Rakyat Palestina untuk Lawan Penjajah Zionis

30 November 2018, 20:14.
Foto: PIC

Foto: PIC

GAZA, Jum’at (PIC): Ketua biro politik Hamas Ismail Haniyah mengirim surat kepada Ketua Majelis Umum PBB Maria Espinosa, yang isinya menyatakan kecaman atas upaya yang terus dilakukan Amerika Serikat (AS) untuk memberikan segala dukungan yang diperlukan penjajah Zionis ‘Israel’, dengan mengorbankan hak-hak rakyat Palestina.

Surat Haniyah adalah tentang keinginan pemerintah AS memperkenalkan rancangan resolusi di Majelis Umum yang mengecam perlawanan rakyat Palestina terhadap ‘Israel’.

“Mendukung penjajah Zionis adalah tujuan Duta Besar AS untuk Majelis Umum PBB mengajukan rancangan resolusi yang mengecam perlawanan Palestina dan hak rakyat kami untuk membela diri terhadap penjajahan rasis yang sudah berlangsung selama lebih tujuh dekade,” kata Haniyah.

Dia menambahkan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump sudah keterlaluan dalam sikap berat sebelahnya yang mendukung ‘Israel’ dengan berusaha mengurangi jumlah resolusi PBB pada masalah Palestina, dengan dalih banyak dari keputusan itu tidak berpihak dan membahayakan ‘Israel’.

Dia  menunjukkan bahwa pemerintahan Trump memutuskan untuk mengambil langkah tersebut bersamaan dengan Hari Solidaritas Internasional terhadap Rakyat Palestina, yang jatuh pada 29 November.

Pejabat Hamas itu menegaskan bahwa beberapa resolusi penting yang diadopsi dan dikeluarkan oleh Majelis Umum dari tahun 1970 hingga 1985 menyoroti status hukum perlawanan dan gerakan pembebasan nasional di dunia.

Dia menyatakan keyakinan Hamas bahwa anggota Majelis Umum akan memblokir langkah-langkah AS tersebut dan terus mendukung legitimasi internasional yang menegaskan hak semua bangsa di seluruh dunia untuk membela diri.

Dia menggarisbawahi bahwa “‘Israel’ menjajah Palestina, merampas hak asasi rakyatnya, dan pengusiran, aktivitas permukiman ilegal Yahudi serta blokade adalah tindakan terorisme. Itu alasan utama terus berlanjutnya kekerasan di seluruh wilayah.”

Dalam surat itu Haniyah menegaskan hak rakyat Palestina untuk membela diri dan melawan penjajahan dengan segala cara, termasuk perlawanan bersenjata, dan itu adalah hak hukum yang dilindungi oleh hukum internasional.

Surat itu juga menunjukkan fakta bahwa “Hamas adalah gerakan pembebasan nasional Palestina yang berusaha membela rakyatnya sampai mereka mendapatkan hak-hak dasar mereka.”

Pemimpin Hamas itu mendesak masyarakat internasional untuk bekerja keras mengakhiri penjajahan Zionis dan membantu rakyat Palestina mencapai aspirasi mereka untuk kebebasan dan kemerdekaan.

Surat ini juga menyerukan upaya bersama dan segera untuk mengakhiri penderitaan penduduk Palestina di Jalur Gaza, yang telah berada di bawah blokade tidak manusiawi dan ilegal selama lebih dari 12 tahun.* (PIC | Sahabat Al-Aqsha)

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« PBB: Suriah Harus Bertanggung Jawab atas Ribuan Tawanan yang Tewas dalam Tahanan
Balas Ankara, Tel Aviv Tidak Akan Tunjuk Dubes Baru untuk Turki »