Istanbul Paling Banyak Tampung Muhajirin Suriah di Turki

4 December 2018, 09:49.
Wanita-wanita Suriah sedang merajut di tempat yang dikelola oleh lembaga nirlaba Women and Democracy Center (KADEM) di Istanbul. Pemerintah dan badan amal berusaha membantu Muhajirin Suriah untuk berintegrasi dan bersosialisasi melalui serangkaian proyek termasuk kelas-kelas belajar seumur hidup. Foto: Daily Sabah

Wanita-wanita Suriah sedang merajut di tempat yang dikelola oleh lembaga nirlaba Women and Democracy Center (KADEM) di Istanbul. Pemerintah dan badan amal berusaha membantu Muhajirin Suriah untuk berintegrasi dan bersosialisasi melalui serangkaian proyek termasuk kelas-kelas belajar seumur hidup. Foto: Daily Sabah

ISTANBUL, Selasa (Daily Sabah): Turki adalah rumah bagi lebih dari 3,5 juta Muhajirin Suriah, dan Istanbul yang paling banyak menampung mereka. Demikian laporan yang disampaikan kepada Parlemen baru-baru ini.

Laporan tersebut disiapkan oleh otoritas pendidikan yang berusaha meningkatkan jumlah siswa Suriah yang terdaftar di sekolah-sekolah Turki. Laporan menunjukkan, sekitar 559.058 Muhajirin dari Suriah yang dilanda perang berada di Istanbul. Ini kurang lebih sama dengan satu dari setiap enam Muhajirin Suriah. Setelah Istanbul, kota-kota yang berbatasan dengan Suriah, termasuk Sanliurfa, Hatay, Gaziantep dan Adana. Selain itu, Bursa, sebuah kota di selatan Istanbul.

Laporan itu –yang disusun berdasarkan data dari otoritas migrasi yang dikelola negara– menunjukkan lebih dari 3,4 juta Muhajirin Suriah terdaftar secara resmi tahun lalu, dan jumlah ini naik menjadi lebih dari 3,5 juta pada 15 November. Laporan tersebut mengatakan, 460.064 warga Suriah tinggal di Sanliurfa dan 440.089 di Hatay. Sepuluh kota teratas menjadi tuan rumah bagi sekitar 2,8 juta Muhajirin, sementara yang lain tersebar di seluruh negeri.

Sejak 2011, Turki menerima aliran Muhajirin Suriah yang melarikan diri dari konflik dan jumlah mereka telah bertambah dari hanya ribuan menjadi jutaan. Sejauh ini, Turki telah menghabiskan lebih dari 30,2 miliar dolar untuk kesejahteraan mereka.

Konflik di Suriah yang dimulai pada tahun 2011 telah membunuh ratusan ribu orang dan memaksa lebih dari lima juta orang melarikan diri, sementara lebih dari tujuh juta menjadi pengungsi internal. Sebagian besar Muhajirin berlindung di Turki, Yordania dan Lebanon. Akan , tetapi, Turki adalah negara yang paling banyak menampung Muhajirin Suriah. Sejumlah Muhajirin berusaha untuk mencapai Eropa melalui Laut Aegea dan Laut Mediterania, tetapi ratusan tewas dalam perjalanan ke Yunani dan negara-negara pesisir lainnya.

Lembaga khusus untuk bantu Muhajirin Suriah

Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD) telah memimpin upaya untuk melindungi Muhajirin. Awalnya dibentuk untuk membantu korban bencana, namun kemudian AFAD ditugaskan untuk menampung Muhajirin di tengah krisis Suriah. Di sekitar 14 pusat akomodasi, termasuk tenda kamp dan unit rumah rakitan modern, AFAD menampung 174.256 Muhajirin Suriah. Sisanya tinggal di rumah-rumah yang mereka sewa atau beli atau di rumah yang disediakan oleh badan-badan amal di 81 provinsi di Turki.

Bagi Muhajirin yang tinggal di kamp-kamp modern tersedia akses ke semua layanan dasar, mulai dari pendidikan hingga kursus pelatihan kejuruan. Pendidikan menjadi kekhawatiran utama Muhajirin karena pemuda dan anak-anak merupakan mayoritas dari warga Suriah yang berlindung di Turki.

Sejauh ini Turki telah memberi pendidikan kepada lebih dari 610.000 anak-anak Suriah. Mereka masuk ke sekolah-sekolah umum, sekolah yang dikelola oleh badan amal dan sekolah yang didirikan di beberapa kamp pengungsi.

Ankara sering mengkritik komunitas internasional karena tidak memberikan bantuan kemanusiaan yang cukup bagi para pengungsi di Turki dan tidak menerima lebih banyak pengungsi.* (Daily Sabah | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Bulan Sabit Merah Turki Dirikan PAUD dan Konfeksi di Khan Syaikhun, Suriah
Begini Cara Warga Yaman ‘Obati’ Anak-anak yang Trauma Karena Perang »