Ratusan Orang Hadiri Pemakaman Pemuda Disabilitas yang Ditembak Mati Serdadu Zionis

5 December 2018, 22:09.
Ihbali ditembak dengan peluru tajam di kepala dan area sekitar paha. Foto: AFP

Ihbali ditembak dengan peluru tajam di kepala dan area sekitar paha. Foto: AFP

TULKAREM, Rabu (Middle East Eye): Ratusan warga Palestina menghadiri pemakaman pemuda disabilitas Palestina yang ditembak di kepala oleh gerombolan serdadu Zionis dalam serangan pagi hari di kota Tulkarem, Tepi Barat terjajah, kemarin (4/12).

Menurut media lokal dan anggota keluarga, Mohammed Ihbali ditembak dengan peluru tajam di kepala dan area sekitar paha. Ia dinyatakan meninggal dunia setelah dilarikan ke RS Thabet Thabet di Tulkarem.

Dia dibunuh ketika gerombolan serdadu Zionis menyerbu daerah tempat tinggalnya.

Abang Ihbali, Alaa Hussam Ihbali, mengatakan pada Middle East Eye bahwa Mohammed pergi untuk bekerja di kedai kopi lokal di daerah Khoudouri. Ketika dia menyeberang jalan, sedang terjadi bentrokan antara gerombolan serdadu Zionis dan warga Palestina yang melindungi rumah mereka.

“Dia berjalan menjauh dari mereka dan dari daerah bentrokan,” kata Alaa. Rekaman dari kamera pengintai yang tersebar di media sosial setelah insiden itu membenarkan keterangan Alaa.

Ihbali, yang menurut anggota keluarganya kesulitan berbicara, tinggal bersama tujuh saudara laki-laki dan perempuannya di kamp pengungsi Tulkarem. Alaa mengatakan adiknya itu orang yang “sederhana dan tenang”.

“Dia benar-benar menyenangkan, selalu membantu orang, bukan tipe suka yang terlibat dalam masalah,” katanya.

Video yang dipos daring pada Selasa menunjukkan para pelayat mengiringi Ihbali saat jenazahnya dibawa melewati jalan-jalan yang sempit pada Selasa sore sebelum shalat jenazah.

‘Pembunuhan sembarangan dan tidak berperikemanusiaan’

Gerombolan serdadu Zionis sering menyerang rumah-rumah di seluruh wilayah Tepi Barat, terlepas dari fakta bahwa Area A –yang termasuk Tulkarem– dan Area B secara tertulis berada di bawah kendali politik Otoritas Palestina (OP).

Berdasarkan Perjanjian Oslo yang membuka jalan bagi pembentukan Otoritas Palestina –sebuah entitas politik yang dimaksudkan untuk mengantarkan terciptanya negara Palestina yang merdeka– Tepi Barat dibagi menjadi Area A, B, dan C.

Area A mewakili 18 persen wilayah Tepi Barat, yang secara resmi di bawah kontrol politik dan keamanan OP.

Area B membentuk 22 persen dari Tepi Barat, area ini berada di bawah kendali politik OP dan kontrol militer penjajah Zionis ‘Israel’. Sisanya sebesar 60 persen ada di Area C, di bawah kendali militer ‘Israel’ sepenuhnya.

Akan tetapi, dalam praktiknya serdadu Zionis sering melakukan serangan di semua bagian Tepi Barat, dan OP telah mempertahankan kerja sama keamanannya dengan ‘Israel’, meskipun banyak warga Palestina yang tewas di tangan gerombolan serdadu bersenjata Zionis.

Laith Abu Zeyad dari Amnesty International mengatakan pada MEE bahwa warga Palestina tewas dalam serangan penahanan yang dilakukan serdadu Zionis “bukanlah hal baru”.

“Keberadaan serdadu Zionis yang tidak proporsional” di dalam Tepi Barat selama serangan penahanan terhadap warga Palestina “kemungkinan akan terus berlanjut kecuali siklus kekebalan hukum ini berhenti,” ujarnya.

“Gerombolan serdadu Zionis selama beberapa dekade telah berulang kali melanggar hukum internasional karena menanggapi lemparan batu sebagai wujud protes dengan menggunakan kekuatan yang berlebihan, termasuk menembak para pengunjuk rasa sehingga mengakibatkan kematian dan cedera yang melanggar hukum dan tidak perlu,” kata Zeyad kepada MEE.

“Otoritas ‘Israel’ harus menahan mereka yang dianggap bertanggung jawab atas pelanggaran berat itu dan mempertanggungjawabkannya melalui pengadilan yang adil. Jika ini tidak terjadi, kita tidak akan melihat akhir dari pembunuhan sembarangan dan tidak berperikemanusiaan warga Palestina oleh gerombolan serdadu Zionis.”

Menurut Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB, serdadu Zionis telah menewaskan 27 warga Palestina di Tepi Barat pada tahun 2018, tidak termasuk Ihbali.

Lembaga PBB itu juga mencatat bahwa serdadu Zionis melukai lebih dari 5.000 warga Palestina di Tepi Barat.* (Middle East Eye | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Begini Cara Warga Yaman ‘Obati’ Anak-anak yang Trauma Karena Perang
SNHR Yakin Relawan Asal Chicago Ini Tewas di Penjara Suriah »