Serdadu Zionis Menyamar Sebagai Pekerja Medis, Gunakan Kartu Identitas Warga Palestina

7 December 2018, 22:37.
Serdadu Zionis menyusup ke Khan Yunis, Gaza, melalui pelintasan yang dikuasai Otoritas Palestina. Foto: Alqassam

Serdadu Zionis diduga menyusup ke Khan Yunis, Gaza, melalui pelintasan yang dikuasai Otoritas Palestina. Foto: Alqassam

LONDON, Jum’at (Middle East Monitor): Serdadu Zionis berlagak sebagai relawan medis dan menggunakan kartu identitas –yang “detail tapi palsu”– warga Palestina saat operasi penyamaran mereka yang gagal di Jalur Gaza bulan lalu.

Surat kabar Independent, yang mengutip sejumlah sumber Hamas, memberitakan bahwa warga sipil Palestina yang identitasnya telah “dicuri” berasal dari seluruh Gaza “tetapi bukan daerah di mana operasi ‘Israel’ itu terbongkar”.

Hazem Qassem, juru bicara Hamas, mengatakan bahwa kartu-kartu identitas itu “sangat akurat”, dan meliputi nama lengkap, nomor kartu identitas serta perincian mengenai warga tersebut.

Qassem mengatakan pada Independent bahwa para serdadu Zionis itu menyamar sebagai relawan ketika mobil mereka dihentikan. “(Mereka) berlagak sebagai pekerja LSM, ada juga para wanita di dalam mobil. Mereka menggunakan itu untuk memberikan alasan mengapa mereka masuk ke Gaza dan sudah menyiapkan cerita jika mereka ditanyai.”

Independent memberitakan, terbongkarnya penyamaran serdadu Zionis sebagai pekerja LSM, menimbulkan kekhawatiran para relawan asing kini akan berada dalam bahaya.

Qassem mengatakan pada surat kabar itu, “Kami khawatir karena kami ingin orang asing terus berdatangan. Mereka membantu kondisi kemanusiaan (di Gaza). Kami memfasilitasi orang-orang yang datang dan keluar dari Gaza. Setiap tindakan pengamanan yang ketat –yang diterapkan terhadap semua orang– akan bersifat sementara.”

Pejabat Hamas lain, yang tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa ada “kemungkinan besar” tim (serdadu Zionis yang menyamar) itu memasuki Gaza secara sah melalui titik penyeberangan resmi seperti Erez.

“Mereka mengatakan kepada para pejuang di pos pemeriksaan bahwa mereka mengirim pasien kembali dari klinik ke rumah mereka dan ada kursi roda di belakang van,” kata pejabat itu.

“Mereka memberikan kartu identitas mereka, tetapi (para pejuang) yang berjaga di pos pemeriksaan curiga karena aksen dan suara mereka tidak sesuai dengan area di mana mereka mengatakan berasal.”

Pada 11 November, terjadi pertempuran antara faksi-faksi perlawanan Palestina dan penjajah Zionis setelah kematian tujuh warga Palestina termasuk komandan Brigade Al-Qassam. Itu terjadi setelah serdadu ‘Israel’ menyusup ke timur provinsi Khan Yunis beberapa hari sebelumnya. Konflik mengakibatkan kematian seorang perwira ‘Israel’ dan melukai yang lainnya. Penjajah Zionis menyerang rumah-rumah dan fasilitas warga sipil di Gaza.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« 90.000 Masjid di Turki Galang Dana untuk Yaman
Qatar Bayarkan Gaji 30.000 PNS di Gaza »