Kondisi Gaza Lebih Buruk dari Tepi Barat Karena Blokade ‘Israel’, Sanksi Otoritas Palestina

24 December 2018, 22:04.
Pasokan obat di Jalur Gaza mencapai tingkat rendah yang membahayakan setelah keputusan dibuat untuk berhenti memasok rumah sakit dan pusat-pusat kesehatan, pada 23 Mei 2017. Foto: Mohammed Asad/Middle East Monitor

Pasokan obat di Jalur Gaza mencapai tingkat rendah yang membahayakan setelah keputusan dibuat untuk berhenti memasok rumah sakit dan pusat-pusat kesehatan, pada 23 Mei 2017. Foto: Mohammed Asad/Middle East Monitor

LONDON, Senin (Middle East Monitor): Blokade penjajah Zionis dan sanksi Otoritas Palestina (OP) di Jalur Gaza telah memperluas kesenjangan ekonomi antara kawasan itu dan Tepi Barat terjajah.

“Kondisi ekonomi di Gaza dengan cepat memburuk tanpa ada campur tangan apa pun untuk melindungi penduduknya,” ungkap Profesor Mu’een Rajab kepada Felesteen pada Jum’at lalu sebagaimana dikutip MEMO.

Rajab menjelaskan, “Blokade dan sanksi OP, termasuk penghentian perekrutan pemerintah baru dan penghentian pengeluaran (pemerintah) di Gaza, menyebabkan kesenjangan ekonomi yang luas antara Gaza dan Tepi Barat.”

Meskipun begitu, Rajab tidak menyangkal ada krisis ekonomi di Tepi Barat terjajah. Ia mengatakan, situasi di sana “lebih baik daripada Gaza karena pemerintah melaksanakan program pembangunan, serta peluang bagi penduduk Tepi Barat untuk bekerja di ‘Israel’”.

Baru-baru ini, Biro Pusat Statistik (BPS) Palestina mengungkapkan bahwa 35 persen keluarga Palestina di Gaza sepenuhnya atau sebagian kehilangan pendapatan mereka dalam 12 bulan terakhir, dibandingkan dengan Tepi Barat yang hanya enam persen. BPS juga mengungkapkan bahwa 54 persen keluarga di Gaza tidak memiliki akses ke air yang mengalir dan 51 persen tidak dapat membayar untuk pengolahan air, dibandingkan dengan 10 persen di Tepi Barat terjajah.

Selain itu, 31 persen warga Gaza tidak dapat menerima layanan kesehatan karena kekurangan obat-obatan dan peralatan medis, dibandingkan dengan Tepi Barat yang hanya tujuh persen.

Pakar Amin Abu-Aisha mengatakan bahwa blokade ‘Israel’ dan sanksi OP mengurangi tingkat pertumbuhan riil di Gaza menjadi 0,5 persen pada 2017 dan -1,5 persen tahun ini, dibandingkan dengan 3,5 persen di Tepi Barat.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« ‘Myanmar Sengaja Kembalikan Warga Rohingya ke Kamp IDP Agar Mereka Lebih Menderita’
Tanpa Alasan, Serdadu Zionis Tangkap 3 Pelajar Palestina Saat Pulang Sekolah »