Abu Zuhri: ‘Tujuan Kami Bukan Hanya Gaza, Tapi Pembebasan Seluruh Wilayah Palestina’

24 December 2018, 23:15.
Foto: PIC

Foto: PIC

ISTANBUL, Senin (PIC): Pemimpin Hamas Sami Abu Zuhri pada Sabtu (22/12) lalu menyatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat (AS), melalui kesepakatan abad ini, berusaha untuk menormalisasi hubungan Arab-‘Israel’ dan membuat keberadaan ‘Israel’ di wilayah itu sebagai hal yang wajar.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Anadolu Agency di ibukota Turki, Ankara, Abu Zuhri menyatakan bahwa rencana yang diprakarsai AS itu bertujuan untuk mendirikan negara Palestina hanya di Gaza saja.

“Kami menolak kesepakatan yang berupaya merongrong masalah Palestina ini, yakni menyingkirkan isu-isu tentang Baitul Maqdis dan para pengungsi dari meja perundingan,” katanya.

“Hak kami adalah seluruh wilayah Palestina, tidak hanya Jalur Gaza,” tegas Abu Zuhri. “Tujuan utama kami bukan hanya Gaza, tapi pembebasan seluruh wilayah Palestina.”

Abu Zuhri menambahkan bahwa kesepakatan abad ini adalah rencana untuk keuntungan regional dan tidak ada hubungannya dengan menyelesaikan masalah Palestina.

Terkait pernyataan Benyamin Netanyahu bahwa sejumlah negara Arab berusaha untuk menormalisasi hubungan dengan ‘Israel’, Abu Zuhri menyatakan, “Kita seharusnya tidak tertipu dengan klaim Netanyahu.”

Menurut pemimpin Hamas itu, Netanyahu berusaha menunjukkan bahwa di wilayah Arab ‘Israel’ lebih unggul. Itu merupakan upaya untuk menutupi kerugian yang disebabkan oleh perlawanan Palestina.

Ditanya tentang pendapat Hamas mengenai gelombang normalisasi yang disaksikan di sejumlah negara Arab baru-baru ini, Abu Zuhri menekankan bahwa menyambut Netanyahu di negara Arab atau Muslim akan memberikan dalih kepada penjajah Zionis untuk melanjutkan kejahatannya terhadap rakyat Palestina.* (PIC | Sahabat Al-Aqsha)

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Tanpa Alasan, Serdadu Zionis Tangkap 3 Pelajar Palestina Saat Pulang Sekolah
Penjual Roti Kering di Khan Younis: Potret Penderitaan dan Kemiskinan di Gaza »