Sulit Dapat Kerja, Wanita Gaza Ini Bangun Bisnis dengan Bagikan Resep Masakan di Medsos

26 December 2018, 22:29.
Foto: PIC

Foto: PIC

GAZA, Rabu (PIC): Nada Radwan, lulusan bahasa dan sastra Inggris di Universitas Terbuka Al-Quds di Gaza pada 2014, merasa frustasi dan putus asa karena keadaan sulit yang membuatnya tidak bisa bekerja sesuai dengan bidang studinya. Ia memutuskan untuk mengatasi kesulitan mendapatkan pekerjaan dengan memilih jalan yang berbeda dari apa yang dia pelajari di universitas.

Menurut otoritas Gaza, tingkat kehilangan pekerjaan di kalangan kaum muda di Jalur Gaza, khususnya sarjana, baru-baru ini meningkat menjadi 65%. Ini merujuk pada minimnya lapangan kerja akibat blokade ‘Israel’ seiring dengan meningkatnya jumlah sarjana di universitas-universitas di Jalur Gaza.

Nada mengatakan, “Sejak kecil, saya suka memasak. Setelah lulus dari perguruan tinggi, saya tidak bisa mendapatkan pekerjaan. Saya memulai proyek memasak kecil dan mulai mempublikasikan karya saya di media sosial, terutama di Snapchat, di mana saya mendapat banyak dukungan dari para pengikut saya.”

Nada menunjukkan bahwa ini membuatnya serius mempertimbangkan untuk membuat proyek yang disebut Nada Kitchen menjadi platform memasak daring profesional, yang khusus menyediakan resep untuk ibu rumah tangga dan disajikan dengan cara yang menarik dan mudah.

Dilirik Arab Saudi

Sebuah perusahaan kurma di Arab Saudi menghubungi Nada untuk memfilmkan lima video mengenai berbagai jenis kurma. Video-video itu akan digunakan untuk promosi yang bertujuan mengekspor produk-produk kurma itu ke kaum Muslim di Amerika dan Eropa.

Ia menambahkan bahwa proyeknya adalah bagian dari inkubator UCAS yang dijalankan oleh University College of Applied Sciences di Gaza, yang mengkhususkan diri menyediakan resep untuk hidangan yang berbeda dan khas. Ia menekankan bahwa ini mendorongnya untuk membuat situs web yang mempublikasikan resep-resep berbeda dari makanan Palestina serta memberi saran kepada para wanita tentang cara memasak dalam bahasa Arab dan Inggris.

Nada Kitchen juga menyajikan berbagai resep, mulai dari kue kering, hidangan barat, makanan penutup, tips, serta instruksi yang berkaitan dengan memelihara dapur dan etika.

Tak cuma masakan Palestina

Nada tidak hanya menyediakan resep masakan Palestina, tapi ia juga membahas masakan Barat yang telah menyebar luas di kalangan masyarakat Arab sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan selera semua orang.

Nada menjelaskan bahwa ia dan timnya berusaha menyebarluaskan makanan Palestina, seperti Maftoul, Musakhan, Maqloubeh, dan hidangan Palestina lainnya dengan cara yang mudah dan sesuai dengan masyarakat lokal dan internasional, terutama mengingat penyebaran makanan cepat saji Barat yang lebih disukai kaum muda.

Masalah dan tantangan

Terlepas dari keberhasilan Nada di tingkat lokal dan internasional, ia menghadapi beberapa masalah dan tantangan. Kurangnya keterampilan dan pengalaman pemasaran, mendorongnya bergabung dengan Inkubator Teknologi UCAS dari University College of Applied Sciences di Gaza.

Nada menjelaskan bahwa ia membutuhkan lembaga untuk mendukungnya mengembangkan ide dan mewujudkan impiannya membuat situs web sendiri untuk mempublikasikan video yang ia rekam tentang berbagai cara membuat hidangan. Dia bergabung dengan Inkubator UCAS dan Proyek Pengembangan Kuwait yang dilakukan oleh UCAS dan didanai bersama oleh Al-Rahma untuk Bantuan dan Pengembangan, serta Dana Kuwait untuk Pengembangan Ekonomi Arab, di bawah pengawasan Bank Pembangunan Islam.

Inkubator (dukungan bisnis yang dapat mempercepat keberhasilan pengembangan perusahaan rintisan dengan menyediakan berbagai sumber daya dan layanan yang diperlukan kepada pengusaha –pent) membantunya memperoleh keterampilan administrasi dan keuangan, mendapatkan manfaat dari kursus pelatihan khusus, mengidentifikasi spesialis dan konsultan, mengetahui kekuatan dan kelemahan proyeknya, serta belajar cara memasarkan produknya dan memecahkan masalah yang dihadapinya, yang memungkinkannya meluncurkan situs web untuk proyeknya.* (PIC | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Penjual Roti Kering di Khan Younis: Potret Penderitaan dan Kemiskinan di Gaza
Erdogan: ‘Jangan Harap Keadilan dari PBB’ »