Lembaga ‘Israel’ Usir 3 Remaja Yahudi AS Karena ‘Kritik’ Tembok Pemisah di Tepi Barat

27 December 2018, 20:54.
Tembok Pemisah yang dibangun oleh ‘Israel’ di Tepi Barat terjajah. Foto: MEMO

Tembok Pemisah yang dibangun oleh ‘Israel’ di Tepi Barat terjajah. Foto: Middle East Monitor

PALESTINA TERJAJAH, Kamis (Forward): Birthright Israel (organisasi pendidikan nirlaba yang mensponsori perjalanan gratis ke ‘Israel’ selama sepuluh hari untuk kaum muda usia 18-32 tahun) mengusir tiga remaja Yahudi asal Amerika Serikat dari perjalanan mereka karena menanyakan tentang pembatas pemisah antara ‘Israel’ (wilayah Palestina terjajah sejak 1948) dan Tepi Barat terjajah yang mereka lewati ketika berkendara.

Dalam sebuah unggahan di Facebook, salah seorang peserta Shira Leah mengatakan bahwa ia dan dua orang lainnya tidak menyetujui jawaban (yang diberikan penyelenggara) bahwa “seluruh konflik disebabkan oleh orang-orang Palestina yang kejam dan gila”. Dia membandingkan pembatas itu dengan tembok antara Amerika dan Meksiko yang diusulkan Presiden Trump. Leah mengatakan, nilai-nilai Yahudi-nya mendorong ia tidak menyetujui tembok pemisah itu dan mengajukan pertanyaan.

“Saya sangat terpukul dengan kebijakan Trump terkait pemisahan keluarga, penahanan anak-anak, dan pembangunan tembok di perbatasan AS-Meksiko karena itu bertentangan dengan semua nilai yang diajarkan pada saya ketika tumbuh di komunitas Yahudi saya, di mana ibu saya adalah seorang rabi. Sungguh tidak terduga bahwa saya diminta tetap diam ketika kami melihat hal yang sama terjadi di ‘Israel’,” ungkap Leah di akun Facebook-nya.

Birthright Israel membayar semua biaya perjalanan ke ‘Israel’ untuk kaum muda Yahudi berusia 18 hingga 32 tahun. Para penyokong mengatakan itu untuk menanamkan komitmen seumur hidup kepada negara Yahudi. Mereka juga menegaskan hal itu membuat para peserta lebih mungkin menikahi orang Yahudi lainnya dan terlibat secara Yahudi.

Organisasi itu baru-baru ini mengungkapkan dalam pernyataan tertulis bahwa klausul baru yang menegaskan para pelanggar akan “ditendang” dari perjalanan merupakan penyesuaian rutin terhadap kontrak, dan itu “dibagikan secara luas”.

Tanggapan Shira Leah terhadap hal ini adalah Birthright – yang terkenal menanggung semua biaya bagi peserta sebenarnya tidak memberikannya secara gratis: “Jelas ini adalah sogokan, bukan hadiah. #NoSuchThingAsAFreeTrip #NotJustAFreeTrip.”

Menanggapi insiden itu, seorang juru bicara Birthright mengeluarkan pernyataan berikut: “Ketika para aktivis secara agresif mengganggu pengalaman para peserta lain pada saat itu, seperti halnya dalam setiap pengalaman kelompok yang terorganisir, kami harus meminta mereka untuk pergi terlepas dari agenda mereka. Birthright Israel selalu menyambut pandangan dan pertanyaan para peserta yang penting untuk keberhasilan pengalaman, asalkan itu dibagikan dengan cara yang konstruktif dan penuh hormat. Kami tidak akan memaafkan rencana terkoordinasi apa pun yang merusak pengalaman orang lain untuk mempromosikan agenda tertentu.”* (Forward | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Erdogan: ‘Jangan Harap Keadilan dari PBB’
Kakek Palestina Terluka Parah Dipukuli Gerombolan Pemukim Ilegal Yahudi »