Pengamat: Pembukaan Kembali Kedubes UEA di Damaskus Bermotif Keuntungan Ekonomi

30 December 2018, 11:41.
Seorang karyawan memperbaiki lambang Kedutaan Besar Uni Emirat Arab (UEA) di Damaskus, Suriah, 27 Desember 2018. Foto: Omar Sanadiki/Reuters

Seorang karyawan memperbaiki lambang Kedutaan Besar Uni Emirat Arab (UEA) di Damaskus, Suriah, 27 Desember 2018. Foto: Omar Sanadiki/Reuters

SURIAH, Ahad (EA World View): Uni Emirat Arab (UEA) telah membuka kembali kedutaan besarnya di Damaskus. Ini terjadi ketika rezim Assad berupaya untuk mendapatkan kembali pengakuan dari Negara-negara Arab.

UEA, yang telah lama mendukung kelompok oposisi dalam konflik 93 bulan di Suriah, mengibarkan bendera di kedutaan besar pada Kamis lalu.

UEA mengatakan, langkah itu untuk mengurangi risiko campur tangan regional dalam “urusan Arab, Suriah”. Pernyataan itu kemungkinan mengacu pada Iran, yang telah menopang rezim Assad sejak 2011 dan merupakan saingan regional UEA dan Arab Saudi.

Itu juga dapat mencakup Turki: bersama dengan para pejuang, Ankara mengendalikan sebagian besar wilayah barat laut Suriah. UEA dan Arab Saudi, setelah memblokade Qatar yang terkait dengan Ankara, berselisih dengan Turki atas Iran dan perpecahan di dalam Negara-negara Teluk.

Para pengamat juga yakin UEA akan mencari keuntungan ekonomi dari perkiraan 400 miliar dolar dalam proyek-proyek rekonstruksi yang dibutuhkan rezim Assad.

Pada bulan Oktober, Menteri Luar Negeri (Menlu) Bahrain Khalid bin Ahmed al-Khalifa menyambut Menlu Suriah Walid al-Moallem di PBB. Awal bulan ini, Presiden Sudan Omar al-Bashir adalah pemimpin Arab pertama yang mengunjungi Bashar al-Assad sejak 2011. Awal pekan ini kepala keamanan Assad, Ali Mamlouk, melakukan perjalanan resmi ke Mesir, dan pemimpin Mauritania dikabarkan akan berada di Damaskus pekan depan.

Liga Arab secara luas diperkirakan akan menerima kembali rezim Assad tahun depan setelah menangguhkan keanggotaannya pada 2011.* (EA World View | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Selama 2018, Penjajah Zionis Tangkap 5.700 Warga Palestina, Termasuk 980 Anak-anak
Ikhwanul Muslimin Kecam Langkah Negara Arab Buka Kembali Kedubes di Suriah »