Kampanye BDS Pengaruhi HSBC Tarik Investasi dari Perusahaan Persenjataan ‘Israel’

30 December 2018, 17:46.
Foto: PSC

Foto: PSC

PALESTINA TERJAJAH, Ahad (Mondoweiss | Haaretz | Al Jazeera): Bank terbesar di Eropa, HSBC, pada Kamis (27/12) lalu telah sepenuhnya menarik investasinya di perusahaan Elbit Systems lantaran mendapat tekanan kuat dari publik yang dimotori oleh gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS). Hal itu disampaikan lembaga Palestinian Solidarity Campaign (PSC) dalam pernyataan tertulisnya.

Berbasis di kota Haifa, Elbit Systems memproduksi peralatan militer dan sipil, termasuk drone, pesawat terbang, sistem kontrol senjata dan artileri. Pelanggan perusahaan ini termasuk militer ‘Israel’, Angkatan Udara Amerika Serikat (AS), dan Angkatan Udara Kerajaan Inggris.

Melansir media ‘Israel’, Haaretz, dalam pernyataan resmi PSC menyampaikan, keputusan itu merupakan dampak dari demonstrasi yang terus-menerus dilakukan aktivis pro-Palestina di depan 40 cabang bank tersebut di Britania Raya.

Dikatakan juga bahwa HSBC setidaknya telah menerima 24.000 surel yang berisi protes dan pertanyaan terkait dukungan finansialnya terhadap proyek persenjataan penjajah Zionis.

HSBC menginformasikan lembaga War on Want dan Palestinian Solidarity Campaign mengenai keputusannya itu melalui surel pada 23 Desember. Pada Kamis, sumber di HSBC menegaskan keputusan tersebut.

Kampanye BDS terhadap HSBC

Kampanye ini diinisiasi oleh Palestinian Solidarity Campaign (PSC), War On Want, dan Campaign Against the Arms Trade yang mendapat sambutan luas dari publik.

“HSBC membuat keputusan yang positif dengan mendivestasi (sahamnya) dari Elbit Systems, sebuah perusahaan yang memproduksi drone, senjata kimia, bom klaster, dan teknologi persenjataan lainnya yang digunakan untuk menyerang warga Palestina,” ucap Ryvka Barnard, aktivis senior dari War On Want.

Lebih lanjut Barnard menjelaskan, “Berbisnis dengan perusahaan seperti Elbit Systems berarti mengambil keuntungan dari kekerasan dan pelanggaran HAM, yang keduanya tidak bermoral dan melanggar hukum internasional.”

Media di Amerika, Mondoweiss, menyebut keberhasilan kampanye ini menjadi batu loncatan bagi gerakan BDS. Pasalnya, upaya menggagalkan investasi HSBC terhadap Elbit Systems merupakan salah satu target utama yang ingin dicapai oleh gerakan pemboikotan Zionisme yang makin populer di benua Eropa itu.

Kendati demikian, nafas panjang masih dibutuhkan dalam upaya memutus bantuan finansial HSBC terhadap penjajah Zionis. Barnard menjelaskan, HSBC masih memiliki hubungan bisnis dengan belasan perusahaan yang mempersenjatai militer penjajah Zionis.

Mondoweiss menyebut, investasinya mencapai lebih dari 800 juta poundsterling atau setara dengan 14,8 triliun rupiah. Angka itu belum termasuk pinjaman senilai 351,2 triliun rupiah terhadap perusahaan-perusahaan yang mempersenjatai penjajah Zionis.

Pinjaman itu termasuk modal sebesar 100 juta poundsterling atau senilai 1,84 triliun rupiah terhadap perusahaan konstruksi asal AS, Caterpillar, yang produk buldozernya digunakan untuk meratakan pemukiman penduduk Palestina dan pada saat yang sama difungsikan membangunan permukiman ilegal Yahudi, serta tembok apartheid.* (Mondoweiss | Haaretz | Al Jazeera | Sahabat Al-Aqsha)

Foto: PSC

Foto: PSC

Foto: Jewish for Peace

Foto: Jewish for Peace

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Ikhwanul Muslimin Kecam Langkah Negara Arab Buka Kembali Kedubes di Suriah
Netanyahu: Pemindahan Kedubes Brazil ke Baitul Maqdis Tinggal Perkara Waktu »