Palestina Desak Internasional Usut Penggalian ‘Israel’ di Bawah Masjidil Aqsha, Baitul Maqdis

31 December 2018, 21:58.
Foto: Anadolu Agency

Foto: Anadolu Agency

RAMALLAH, Senin (Anadolu Agency): Kementerian Luar Negeri Palestina menyerukan pembentukan komisi internasional untuk menyelidiki penggalian ‘Israel’ di kota Baitul Maqdis Timur terjajah dan di bawah kompleks Masjid Al-Aqsha.

Dalam pernyataan Sabtu (29/12) lalu, kementerian memperingatkan bahwa penggalian ‘Israel’ menimbulkan ancaman besar pada rumah-rumah warga Palestina di kota terjajah itu.

“Penggalian ini bertujuan untuk menyebabkan keretakan di rumah-rumah warga Palestina, kemudian otoritas ‘Israel’ memerintahkan warga untuk meninggalkan rumah-rumah itu dengan dalih tidak layak untuk dihuni,” ungkap kementerian.

Kementerian menyebut pengusiran warga Palestina dari rumah-rumah mereka oleh penjajah Zionis sebagai “pembersihan etnis skala besar dan sistematis”.

‘Israel’ menolak memberikan akses kepada UNESCO untuk memeriksa situs-situs suci di Baitul Maqdis Timur.

Pada Juli 2017, dewan eksekutif UNESCO mengadopsi resolusi yang mengecam “kegagalan otoritas penjajah ‘Israel’ untuk menghentikan penggalian yang terus menerus, pembangunan terowongan, proyek dan praktik ilegal lainnya di Baitul Maqdis Timur, khususnya di dan sekitar Kota Tua Baitul Maqdis, yang ilegal menurut hukum internasional”.

Resolusi itu lebih lanjut menyatakan bahwa “langkah-langkah legislatif dan administratif, serta tindakan yang dilakukan oleh ‘Israel’, kekuatan penjajahan, yang telah mengubah –atau bermaksud untuk mengubah– karakter dan status kota suci Baitul Maqdis…tidak sah dan harus segera dibatalkan”.

Pada 2016, UNESCO mengeluarkan resolusi yang menggambarkan Baitul Maqdis sebagai kota “terjajah” dan ‘Israel’ sebagai “kekuatan penjajahan”, yang –berdasarkan hukum internasional– tidak memiliki kedaulatan atas kota bersejarah itu.

Resolusi yang sama menyatakan bahwa Kota Tua Baitul Maqdis “seluruhnya milik Palestina”, yang menekankan identitas dan warisan sejarah “Muslim dan Kristen”.

‘Israel’ menjajah Baitul Maqdis Timur saat Perang Arab-‘Israel’ pada 1967. Langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional. Kemudian, ‘Israel’ secara sepihak mencaplok seluruh kota itu pada tahun 1980, serta mengklaimnya sebagai ibukota “abadi dan tidak terbagi”.* (Anadolu Agency | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Netanyahu: Pemindahan Kedubes Brazil ke Baitul Maqdis Tinggal Perkara Waktu
Kebanjiran, 32.000 Muhajirin di Perbatasan Turki-Suriah Menanti Uluran Tangan Lembaga Kemanusiaan »