Kebanjiran, 32.000 Muhajirin di Perbatasan Turki-Suriah Menanti Uluran Tangan Lembaga Kemanusiaan

31 December 2018, 22:35.
Foto: Anadolu Agency

Foto: Anadolu Agency

IDLIB, Senin (Daily Sabah): Sekitar 32.000 warga sipil yang tinggal di tenda-tenda di sepanjang perbatasan Turki-Suriah menunggu bantuan kemanusiaan setelah kamp-kamp mereka dilanda banjir. Hal itu diungkapkan penduduk setempat kepada Anadolu Agency.

Sejak 22 Desember, sekitar 22 kamp pengungsi dilanda banjir dan 67 lainnya terkena dampak buruk hujan lebat di wilayah kamp Atmeh. Ini berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Syria Intervention Coordinators, sebuah LSM lokal yang membantu warga sipil.

Sebanyak 220 tenda roboh dan 550 tenda kebanjiran.

Um Huseyin, seorang penghuni kamp, mengatakan pada Anadolu Agency bahwa ia dan istrinya diselamatkan dengan bantuan tetangga mereka.

“Saat ini kami tinggal di masjid. Tetangga kami membawakan kami sarapan. Bahkan pakaian yang saya kenakan sekarang dari tetangga. Saya kedinginan,” katanya.

Huda Kasim, ibu dari bayi berusia empat bulan, mengatakan bahwa mereka juga berlindung di masjid bersama dengan 25 keluarga lainnya. “Kami kelaparan,” katanya.

Warga lainnya, Halit Abdo (70), mengatakan bahwa ia menyelamatkan anak-anaknya dari banjir dengan menggendong mereka di punggungnya. Permukaan air naik hingga dua meter, katanya.

Sementara itu, Usma Kasim mengatakan bahwa salah satu kebutuhan utama di kamp adalah tenda. “Obat-obatan, paket makanan, dan selimut” adalah kebutuhan mendesak lainnya, tambahnya.* (Daily Sabah | Sahabat Al-Aqsha)

Foto: Anadolu Agency

Foto: Anadolu Agency

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Palestina Desak Internasional Usut Penggalian ‘Israel’ di Bawah Masjidil Aqsha, Baitul Maqdis
Syaikh Raed Salah Jadi Tahanan Rumah, Tak Boleh Shalat di Masjid »