Syaikh Raed Salah Jadi Tahanan Rumah, Tak Boleh Shalat di Masjid

31 December 2018, 23:12.
Foto: Arsip PIC

Foto: Arsip PIC

UMM AL-FAHM, Senin (PIC): Hakim Pengadilan ‘Israel’ di Haifa pada Ahad (30/12) menerima tuntutan untuk memindahkan Syaikh Raed Salah, pemimpin Gerakan Islam di wilayah Palestina terjajah 1948, menjadi tahanan rumah di kota Umm al-Fahm setelah menjalani tahanan rumah selama enam bulan di Kafr Kanna.

Perwakilan dari Dinas Penjara ‘Israel’ pada Kamis (27/12) lalu mengunjungi rumah Syaikh Salah di Umm al-Fahm untuk memeriksa kondisi rumah, kemudian memutuskan untuk memindahkannya ke sana. Akan tetapi, penjajah Zionis tetap mempertahankan batasan-batasan yang diberlakukan terhadap Syaikh Salah sejak pembebasannya dari penjara ‘Israel’.

Pengacara Syaikh Salah, Khaled Zabarqa, mengatakan pengadilan ‘Israel’ setuju untuk tetap menjadikan Salah tahanan rumah di Umm al-Fahm, asalkan ia tidak berbicara kepada media atau shalat di masjid.

Zabarqa menggambarkan syarat pengadilan ‘Israel’ itu “tidak adil dan sewenang-wenang”. Ia menekankan, “Pengadilan harus mengizinkan Syaikh Raed Salah melaksanakan shalat, khususnya shalat Jum’at, di masjid. Syarat sewenang-wenang dan ilegal itu tidak dapat dibenarkan.”

Otoritas penjajah Zionis memberlakukan tahanan rumah kepada Syaikh Salah di kota Kafr Kanna usai pembebasannya dari penjara ‘Israel’ pada 6 Juli setelah dipenjara selama satu tahun.

Penuntut umum ‘Israel’ telah mengajukan dakwaan terhadap Salah yang menudingnya “menghasut kekerasan dan terorisme” dalam pernyataan dan khutbahnya, serta “mendukung organisasi terlarang”, mengacu pada Gerakan Islam.* (PIC | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Kebanjiran, 32.000 Muhajirin di Perbatasan Turki-Suriah Menanti Uluran Tangan Lembaga Kemanusiaan
Tahun Ini, Kerugian Ekonomi Gaza Capai Lebih dari 300 Juta Dolar »