Tahun Ini, Kerugian Ekonomi Gaza Capai Lebih dari 300 Juta Dolar

31 December 2018, 23:42.
Foto: PIC

Foto: PIC

GAZA, Senin (PIC): Ketua Komite Rakyat Melawan Blokade di Gaza, sekaligus anggota parlemen Jamal al-Khudari, pada Ahad (30/12) menyatakan bahwa tahun 2018 merupakan yang terburuk sejak penjajahan ‘Israel’ di kawasan itu pada 1967.

Dalam pernyataan pers, Al-Khudari menyatakan kondisi ekonomi dan kemanusiaan di Jalur Gaza mengalami masa terburuk yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan kerugian ekonomi langsung dan tidak langsung melebih 300 juta dolar pada tahun 2018.

Al-Khudari menjelaskan, tahun 2018 adalah yang paling berbahaya di Gaza karena adanya blokade 12 tahun ‘Israel’ dan penderitaan yang tak pernah berakhir sebagai hasil dari tiga agresi militer ‘Israel’ yang menghancurkan wilayah yang terblokade itu.

Ratusan keluarga Palestina masih menderita karena rumah mereka yang dihancurkan selama agresi ‘Israel’ 2014 belum dibangun kembali, katanya.

‘Israel’ telah memberlakukan larangan masuk ratusan jenis barang dan bahan baku yang dibutuhkan untuk industri ke Jalur Gaza. Sekitar 90% dari pabrik-pabrik di Gaza telah sangat terpengaruh sehingga membuat hampir 300.000 pekerja kehilangan pekerjaan.

Menurut anggota parlemen Palestina itu, dengan ribuan sarjana yang tidak memiliki pekerjaan, angka orang yang tidak memiliki pekerjaan di kalangan kaum muda Gaza naik menjadi 65 persen. Dia menunjukkan bahwa pendapatan harian Gaza per kapita, jika ada, kurang dari dua dolar, yang merupakan terendah di dunia. Sementara 85% warga Palestina di Gaza hidup di bawah garis kemiskinan.

Al-Khudari mengimbau semua organisasi Arab, Muslim, dan internasional yang peduli untuk menekan penjajah Zionis pada 2019 agar mematuhi piagam PBB, empat Konvensi Jenewa, dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, yang mengkriminalisasi blokade dan hukuman kolektif.

Ia menyerukan peningkatan dukungan keuangan untuk proyek-proyek kemanusiaan dan lapangan kerja di Jalur Gaza, yang juga akan meningkatkan pelayanan kepada keluarga di sektor kesehatan, pendidikan dan infrastruktur.* (PIC | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Syaikh Raed Salah Jadi Tahanan Rumah, Tak Boleh Shalat di Masjid
Rezim Suriah Serang Pemukiman di Idlib, 2 Warga Tewas »