Marak Pencurian Bantuan Pangan untuk Warga Yaman yang Kelaparan

1 January 2019, 21:19.
Bayi yang kekurangan gizi terbaring di tempat tidur bangsal malnutrisi di rumah sakit al-Sab’een, Sanaa, Yaman, pada 10 September 2018. Foto: Reuters/Khaled Abdullah

Bayi yang kekurangan gizi terbaring di tempat tidur bangsal malnutrisi di rumah sakit al-Sab’een, Sanaa, Yaman, pada 10 September 2018. Foto: Reuters/Khaled Abdullah

LONDON, Selasa (Middle East Monitor): Bantuan pangan untuk rakyat Yaman yang kelaparan dicuri dan dijual di beberapa daerah yang dikendalikan oleh kelompok pemberontak syiah Houthi. Hal itu diungkapkan Program Pangan Dunia PBB (WFP) pada Ahad (30/12) lalu.

Houthi mengendalikan sebagian besar kota dan kota kecil termasuk ibukota Sanaa, di mana mereka menggulingkan pemerintahan Abd Rabbuh Mansur Hadi pada tahun 2014. Koalisi yang dipimpin Arab Saudi kemudian melakukan intervensi melawan Houthi pada 2015 dengan tujuan memulihkan pemerintahan.

Setelah mendengar bahwa bantuan kemanusiaan itu dijual di pasar terbuka di Sanaa, WFP menemukan banyak orang belum menerima jatah makanan yang menjadi hak mereka, dan setidaknya satu organisasi mitra lokal yang berafiliasi dengan Kementerian Pendidikan Houthi melakukan penipuan.

“Perilaku ini sama dengan mencuri makanan dari mulut orang-orang yang kelaparan. Anak-anak di Yaman sekarat karena mereka tidak memiliki cukup makanan untuk dimakan. Ini sangat biadab. Perilaku kriminal ini harus segera dihentikan,” kata Direktur Eksekutif WFP David Beasley.

Dalam pernyataan tertulis, WFP mengungkapkan, “Sejumlah bantuan pangan diberikan kepada orang-orang yang tidak berhak untuk itu dan beberapa dijual untuk mendapatkan keuntungan di pasar ibukota.”

Perang Yaman dan keruntuhan ekonomi telah menyebabkan 15,9 juta orang –53 persen dari populasi– menghadapi “kerawanan pangan sangat akut” dan kelaparan berbahaya jika tidak segera mengambil tindakan. Demikian papar sebuah survei pada Desember lalu.

Saat ini WFP sedang berupaya mendapatkan bantuan pangan untuk 12 juta orang yang sangat kelaparan.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Rezim Suriah Serang Pemukiman di Idlib, 2 Warga Tewas
China Tutup 3 Masjid Milik Muslimin Hui di Provinsi Yunnan »