Turki Telah Santuni 700.000 Muslim Rohingya

2 January 2019, 16:40.
Seorang pria membawa karung berisi bantuan makanan yang didistribusikan oleh Bulan Sabit Merah Turki di sebuah kamp untuk Muslim Rohingya di Bangladesh. Foto: Daily Sabah

Seorang pria membawa karung berisi bantuan makanan yang didistribusikan oleh Bulan Sabit Merah Turki di sebuah kamp untuk Muslim Rohingya di Bangladesh. Foto: Daily Sabah

ISTANBUL, Rabu (Daily Sabah): Ratusan ribu Muslim Rohingya melarikan diri ke negara tetangga, Bangladesh, karena dipersekusi di tanah air mereka. Kampanye bantuan kemanusiaan yang diluncurkan Turki tahun lalu –atas permintaan Presiden Recep Tayyip Erdogan– menggugah hati nurani publik. Sejauh ini Turki telah menjangkau sekitar 700.000 Muslim Rohingya dengan bantuan kemanusiaan.

Lembaga-lembaga amal, organisasi-organisasi yang dikelola pemerintah dan individu mendirikan kamp, rumah sakit dan sumur air, serta mendistribusikan bantuan kepada masyarakat. Dalam satu tahun, lebih dari 2.000 ton paket makanan dikirim kepada pengungsi Muslim Rohingya. Sekitar 165.000 orang menerima perawatan medis gratis dan lebih dari 300.000 lainnya menerima perawatan psikiatris untuk mengatasi apa yang mereka derita akibat kemiskinan, penindasan militer dan musibah lainnya di Myanmar.

Komunitas tersebut perlahan membangun kehidupan baru dan ratusan rumah bambu –yang warga Turki membantu mereka membangunnya– akan memberi mereka tempat baru untuk memulai semuanya, meskipun penderitaan mereka jauh dari tanah air tetap ada.

Ratusan ribu Muslim Rohingya melintasi perbatasan Myanmar dengan Bangladesh setelah terjadi gelombang serangan anti-Rohingya pada musim panas 2017. Ribuan orang tewas akibat pembantaian itu dan mereka yang terpaksa melarikan diri menghadapi kemiskinan yang parah dan ancaman penyakit di kamp-kamp yang dibangun dengan sederhana di Bangladesh.

PBB menggambarkan operasi yang dilakukan pasukan keamanan Myanmar sebagai pembersihan etnis. Warga Rohingya yang tidak memiliki kewarganegaraan telah menjadi sasaran kekerasan komunal dan sentimen anti-Muslim yang kejam di Myanmar yang mayoritas beragama Budha selama bertahun-tahun. Myanmar menolak kewarganegaraan untuk Rohingya sejak 1982 dan mengecualikan mereka dari 135 kelompok etnis yang diakui secara resmi, yang secara efektif menjadikan mereka tidak berkewarganegaraan.

Turki menjadi salah satu pendukung Rohingya paling vokal dan memerhatikan penderitaan mereka. Lembaga-lembaga amal Turki bergabung setelah terjadi pengungsian massal Muslim Rohingya pada tahun 2017 dan dengan cepat mengumpulkan jutaan lira Turki untuk menyiapkan jalur bantuan kemanusiaan ke kamp-kamp di Bangladesh.

Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD), Bulan Sabit Merah Turki dan Badan Kerja Sama dan Koordinasi Turki (TIKA) berada di garis depan dalam upaya akomodasi bagi para pengungsi. Mereka mendirikan sekitar 400.000 tenda untuk Muslim Rohingya di kamp-kamp di dekat perbatasan Bangladesh. AFAD mengelola salah satu operasi bantuan kemanusiaan terbesar di wilayah tersebut, menyediakan layanan kesehatan, makanan dan akomodasi. Lembaga yang dikelola pemerintah Turki ini mendirikan 10 sumur air dan titik-titik distribusi air di kamp-kamp pengungsi.

Kru AFAD juga mendistribusikan sekitar 20.000 paket makanan kepada para pengungsi, bersama dengan ribuan mainan untuk anak-anak dan membangun taman bermain untuk anak-anak yang mengungsi.

Salah satu layanan paling penting yang AFAD sediakan adalah bantuan psikiatri, terutama bagi para wanita yang diperkosa oleh pasukan Myanmar selama gelombang serangan tahun 2017. Tim AFAD mendatangi satu per satu rumah para wanita Rohingya. Rumah sakit lapangan juga menyediakan layanan kesehatan dasar bagi para pengungsi dan melakukan pembedahan. Sekitar 165.000 Muslim Rohingya menjalani perawatan dan pembedahan di rumah sakit dalam satu tahun.* (Daily Sabah | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« China Tutup 3 Masjid Milik Muslimin Hui di Provinsi Yunnan
Tahun Lalu, Lebih dari 7.000 Orang Ditahan di Suriah »