Serikat Pekerja Yordania Jadikan Bendera ‘Israel’ Sebagai ‘Keset’

5 January 2019, 21:32.
Foto: Twitter (@edrormba)

Foto: Twitter (@edrormba)

AMMAN, Sabtu (Al Jazeera): Asosiasi Serikat Pekerja Profesional Yordania akan meletakkan “bendera” ‘Israel’ di lantai –agar diinjak oleh mereka yang datang dan pergi– setiap pintu masuk kantor asosiasi, demikian pemberitaan Haaretz sebagaimana dikutip Al Jazeera.

Keputusan tersebut, tulis Haaretz, diambil sebagai respon atas keluhan yang diajukan ‘Israel’ kepada Kementerian Luar Negeri Yordania pekan lalu ketika Menteri Informasi Yordania Jumana Ghunaimat tertangkap kamera menginjak “bendera” ‘Israel’ di gedung serikat insinyur di ibukota, Amman.

‘Israel’ menganggap itu sebagai “tindakan tidak hormat” dan memanggil Duta Besar Yordania untuk ‘Israel’, Mohammed Hmeid, untuk “klarifikasi”.

Majed Qatarneh, juru bicara Kementerian Luar Negeri Yordania, menanggapi hal itu Ahad lalu dengan mengatakan masalah itu sedang ditangani melalui “saluran diplomatik” dan bahwa itu adalah gedung milik swasta.

Para pejabat serikat pekerja mengatakan, “bendera” itu ditempel di lantai pintu masuk gedung selama beberapa tahun untuk memprotes penjajahan ‘Israel’ atas wilayah Palestina dan normalisasi hubungan Yordania dengan ‘Israel’.

Pada Rabu, asisten Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Ibrahim Abu al-Sayyid, mengucapkan terima kasih kepada serikat pekerja profesional atas upaya mereka menggambar “bendera” ‘Israel’ di pintu masuk serikat pekerja di seluruh provinsi di Yordania setelah insiden Ghuneimat.

Berbicara di depan parlemen beberapa hari sebelumnya, al-Sayyid berjanji akan menginjak “bendera” ‘Israel’ di pintu masuk kompleks serikat pekerja, seraya menekankan bahwa ‘Israel’ tidak berhak atas tanah Palestina dan menolak kejahatan ‘Israel’ terhadap rakyat Palestina.

Asosiasi Serikat, yang mencakup 14 serikat dan memiliki lebih dari 180.000 anggota, adalah penentang terbesar normalisasi hubungan negara itu dengan ‘Israel’.

Di pintu masuk kompleks serikat pekerja, terpampang sumpah yang menegaskan penolakan organisasi itu terhadap normalisasi hubungan dengan ‘Israel’.

‘Israel’ dan Yordania menandatangani perjanjian perdamaian pada tahun 1994, namun hubungan keduanya terkadang membeku terkait kebijakan ‘Israel’ di Baitul Maqdis –di mana Yordania adalah penjaga tempat suci ummat Islam itu– dan atas masalah Palestina.* (Al Jazeera | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Bakteri Superbug, Musuh Tak Terlihat Para Dokter di Gaza
Penjajah Zionis Bersumpah Akan Makin Sengsarakan Tawanan Palestina »