Penjajah Zionis Bersumpah Akan Makin Sengsarakan Tawanan Palestina

5 January 2019, 22:29.
Foto: Al Jazeera

Foto: Al Jazeera

PALESTINA TERJAJAH, Sabtu (Al Jazeera): Menteri Keamanan Publik ‘Israel’ Gilad Erdan mengumumkan rencana untuk “memperburuk” kondisi para tawanan Palestina di penjara-penjara ‘Israel’, termasuk menjatah pasokan air dan mengurangi jumlah kunjungan keluarga.

Rencana –yang diperkirakan mulai berlaku dalam beberapa minggu mendatang setelah disetujui oleh kabinet ‘Israel’– itu mendapat kritik tajam dari para pemimpin dan aktivis Palestina yang menyebut itu sebagai eskalasi pelanggaran HAM lain oleh ‘Israel’.

“Rencana itu juga termasuk melarang anggota Knesset (parlemen ‘Israel’) mengunjungi tawanan Palestina,” tambah Erdan, yang tahun lalu membentuk komite untuk membuat kondisi penjara lebih keras bagi mereka yang “melakukan aksi terorisme”.

Menteri Zionis itu mengatakan, ‘Israel’ telah menghentikan kunjungan keluarga untuk para tawanan yang berafiliasi dengan Hamas.

Kebijakan memisahkan tawanan Hamas dari mereka yang berafiliasi dengan faksi Palestina Fatah juga akan berakhir karena menurut Erdan penahanan tawanan di sel berdasarkan afiliasi organisasi justru makin “memperkuat identitas organisasi mereka”.

Si menteri juga mengatakan bahwa akan ada “pembatasan yang jelas” terkait jumlah air yang dikonsumsi seorang tawanan setiap hari, termasuk berapa kali mereka diizinkan mandi.

‘Israel’ bertingkah seolah-olah bebas dari hukum internasional

Mustafa Barghouti, ketua partai Inisiatif Nasional Palestina, mengatakan pada Al Jazeera bahwa otoritas ‘Israel’ bertingkah seolah memiliki kebebasan untuk menindas warga Palestina dengan cara apa pun yang mereka inginkan. “’Israel’ bertingkah seolah-olah bebas dari hukum internasional dan itu harus diubah.”

“Satu-satunya cara untuk memaksa ‘Israel’ menjauhkan diri dari perilaku itu adalah dengan menjatuhkan sanksi kepada ‘Israel’,” ungkapnya.

Komisi Tawanan Palestina mengecam rencana Erdan dan mengatakan itu adalah upaya untuk membuat kehidupan tawanan Palestina makin tak tertahankan.

Qadri Abubaker, ketua Komisi Tawanan, menyerukan sikap nasional yang tegas terhadap langkah-langkah yang menyengsarakan tawanan Palestina itu. Ia menilai itu adalah kebijakan arogan terhadap para pahlawan Palestina yang berada di penjara-penjara ‘Israel’.

Mogok makan

Menurut data statistik resmi, jumlah tawanan Palestina di balik jeruji telah mencapai 5.500, termasuk 230 anak-anak dan 54 wanita.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan lebih dari 1.800 membutuhkan perawatan medis, dan sekitar 700 tawanan menderita penyakit parah atau kronis.

Banyak dari tawanan Palestina mengatakan mereka telah mengalami penyiksaan dan kekerasan saat dalam tahanan. Dalam beberapa tahun terakhir, ada banyak aksi protes terhadap kondisi buruk di penjara termasuk sejumlah aksi mogok makan.

Saat konferensi pers Rabu lalu, Erdan menekankan bahwa otoritas ‘Israel’ “tidak akan goyah oleh ancaman dan mogok makan”.

“Kita harus memperburuk kondisi (para tawanan Palestina) demi memenuhi kewajiban moral kita kepada para korban teror dan keluarga mereka,” tambahnya, seraya menegaskan bahwa dinas penjara ‘Israel’ siap untuk “menangani setiap skenario”.* (Al Jazeera | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Serikat Pekerja Yordania Jadikan Bendera ‘Israel’ Sebagai ‘Keset’
Penjajah Zionis Kembali Cari Cara untuk ‘Bungkam’ Azan di Baitul Maqdis »