Penjajah Zionis Kembali Cari Cara untuk ‘Bungkam’ Azan di Baitul Maqdis

5 January 2019, 22:58.
Foto: PIC

Foto: PIC

BAITUL MAQDIS TERJAJAH, Sabtu (PIC): Walikota Baitul Maqdis Moshe Lion sedang mengembangkan rencana untuk memaksa masjid mengecilkan volume pengeras suara saat azan. Demikian pemberitaan Hadashot TV Selasa lalu.

Rencana itu kabarnya akan menjadi salah satu inisiatif besar pertama yang didesak oleh Lion –yang memasuki kantor walikota bulan lalu setelah memenangkan putaran kedua dalam pemilihan pemerintah kota pada bulan November.

Hadashot TV memberitakan, pengeras suara lama di masjid-masjid akan diganti dengan yang baru yang lebih “tenang”. Volume azan tidak akan dibolehkan melebihi batas yang diizinkan berdasarkan peraturan mengenai kebisingan, dan polisi akan diizinkan untuk mengecilkan volume pengeras suara jika dianggap terlalu keras.

“Tujuan kami adalah menangani masalah ini dengan semua pihak yang terkait sehingga semua yang terlibat akan puas,” kata Lion.

Penjajah Zionis pernah mengajukan “RUU Muazin”, yang akan membatasi penggunaan pengeras suara selama azan. RUU tersebut mendapat kecaman keras karena secara tidak adil menargetkan masjid – yang muazinnya menggunakan pengeras suara untuk mengumandangkan azan lima kali sehari, termasuk saat subuh.

Komisi Islam-Kristen untuk Mendukung Baitul Maqdis dan Tempat-tempat Suci menyebut tindakan itu sebagai “kejahatan berbahaya” dan pelanggaran mencolok terhadap kebebasan beribadah di Baitul Maqdis terjajah.

Sekretaris Jenderal Komisi Islam-Kristen, Hanna Issa, mengatakan “tindakan rasis” merupakan bagian dari upaya ‘Israel’ untuk mengubah identitas kota Baitul Maqdis dan menyahudisasi tempat suci itu.* (PIC | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Penjajah Zionis Bersumpah Akan Makin Sengsarakan Tawanan Palestina
Rezim Suriah Larang Pengangkatan Jenazah Pengungsi Palestina dari Reruntuhan di Yarmouk »