Rezim Suriah Larang Pengangkatan Jenazah Pengungsi Palestina dari Reruntuhan di Yarmouk

7 January 2019, 22:35.
Foto: PIC

Foto: PIC

YARMOUK, Senin (PIC): Kelompok Kerja untuk Palestina di Suriah (AGPS) mengecam otoritas Suriah karena melarang warga Yarmouk mengeluarkan mayat-mayat yang telantar di bawah gundukan puing-puing akibat perang.

AGPS mendesak lembaga-lembaga HAM internasional segera turun tangan dan menekan pemerintah Suriah agar mengizinkan untuk mengeluarkan mayat-mayat warga Palestina dari bawah puing-puing.

Menurut data AGPS, lebih dari 80 mayat berada di bawah tumpukan reruntuhan di mana rumah-rumah warga sipil hancur akibat serangan rezim ke kamp tersebut.

Pasukan keamanan Suriah menghalangi pekerjaan anggota staf Bulan Sabit Merah Palestina yang berusaha masuk ke daerah itu dan mengangkat mayat-mayat dari reruntuhan.

Otoritas Suriah mengklaim penetapan larangan karena identitas mayat-mayat itu masih tidak diketahui dan tidak ada kerabat mereka yang muncul di daerah itu.

Selama beberapa bulan terakhir, ketegangan meningkat di wilayah itu setelah milisi pro-pemerintah di Suriah tertangkap kamera ketika mencuri properti warga sipil dan menjarah rumah-rumah di kamp Yarmouk.

Serangan militer yang diluncurkan oleh pasukan pemerintah Suriah dan kaki tangannya, Rusia, pada April 2018 mengakibatkan pemerintah mengambil alih kamp Yarmouk dan zona-zona lain yang dikuasai ISIS di selatan Damaskus.* (PIC | Sahabat Al-Aqsha)

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Penjajah Zionis Kembali Cari Cara untuk ‘Bungkam’ Azan di Baitul Maqdis
‘Mereka yang Kesal dengan Suara Azan, Silakan Angkat Kaki dari Baitul Maqdis’ »