‘Mereka yang Kesal dengan Suara Azan, Silakan Angkat Kaki dari Baitul Maqdis’

7 January 2019, 23:02.
Foto: PIC

Foto: PIC

BAITUL MAQDIS TERJAJAH, Senin (PIC): Dewan Muslim Tertinggi di Baitul Maqdis pada Sabtu lalu menegaskan bahwa azan adalah ritual Muslim dan mereka yang merasa “kesal” dengan suara azan dapat meninggalkan kota suci itu.

Dewan mengungkapkan dalam pernyataan tertulis bahwa meskipun Knesset (parlemen ‘Israel’) gagal mengeluarkan keputusan akhir mengenai azan di Baitul Maqdis khususnya dan secara umum di wilayah-wilayah Palestina terjajah, ‘Israel’ tidak pernah berhenti mencari cara untuk membungkam panggilan shalat untuk ummat Islam itu.

Pernyataan ini terkait rencana walikota Baitul Maqdis Moshe Lion yang akan membatasi volume pengeras suara azan di Baitul Maqdis.

Dewan menekankan bahwa azan adalah ritual penting yang terkait dengan salah satu rukun Islam, yakni shalat. Dewan juga menegaskan bahwa azan tidak pernah dibungkam di Baitul Maqdis dan Palestina selama 15 abad terakhir.

Azan adalah ritual Islam yang dikumandangkan lima kali sehari untuk mengundang ummat Islam melaksanakan shalat. Azan pertama kali dikumandangkan oleh Bilal, sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam, berabad-abad yang lalu.* (PIC | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Rezim Suriah Larang Pengangkatan Jenazah Pengungsi Palestina dari Reruntuhan di Yarmouk
Menteri Zionis, Pemukim Ilegal Yahudi Beramai-ramai Serbu Masjidil Aqsha »