Tahun Lalu, Rezim Assad Bunuhi Warga Sipil Suriah dengan 3.601 Bom Gentong

11 January 2019, 17:34.
Foto: SNHR

Foto: SNHR

ANKARA, Jum’at (Daily Sabah): Kelompok pemantau hak asasi manusia Syrian Human Rights Network (SNHR) mendokumentasikan bahwa rezim Bashar Al-Assad di Suriah menargetkan pemukiman warga sipil yang dikendalikan oposisi 3.601 kali dengan bom gentong pada tahun lalu.

“Sekitar 26.577 bom gentong telah dijatuhkan rezim Assad sejak intervensi Rusia pada 30 September 2015, dan sekitar 3.601 pada 2018. Angka tertinggi tercatat pada bulan Maret, kemudian April,” ungkap SNHR dalam laporan bulanannya yang dikeluarkan pada Senin (7/1) lalu.

Menurut laporan itu, bom gentong juga menewaskan 187 warga sipil, termasuk 51 anak-anak dan 55 wanita, serta sejumlah orang yang terpaksa mengungsi karena bom. Pada tahun 2018, rezim menggunakan bom gentong sebagai senjata di tiga zona de-eskalasi –yaitu Homs utara, Daraa dan Quneitra, serta Ghouta timur– dengan menargetkan daerah-daerah perumahan dan menimbulkan terjadinya pembantaian dan penghancuran besar-besaran.

Laporan itu juga menggarisbawahi bahwa rezim Suriah menggunakan bom gentong yang diisi dengan gas beracun sebagai senjata dalam empat serangan pada 2018.

Sejumlah bom gentong itu digunakan dalam serangan terhadap fasilitas-fasilitas sipil yang sangat penting. Laporan itu mendokumentasikan sekitar 35 serangan terhadap fasilitas sipil penting, sembilan di antaranya terjadi di masjid, dua di sekolah, satu di lembaga pendidikan, 17 di fasilitas medis dan satu di kamp pengungsi.

Laporan itu menambahkan, tidak ada insiden yang dicatat pada kuartal terakhir tahun lalu, setelah berlakunya Perjanjian Sochi yang dicapai oleh Turki dan Rusia pada September 2018 untuk menghindari serangan rezim ke daerah kantong oposisi di Idlib dan untuk mencegah bencana kemanusiaan di sana.

Dewan Keamanan PBB mengadopsi sebuah resolusi pada tahun 2014 yang mengutuk penggunaan bom gentong, namun rezim Suriah terus menjatuhkan rentetan puluhan bom gentong setiap hari ke daerah-daerah yang tidak dikuasainya, setelah berulang kali berjanji akan mengakhiri penggunaan bom itu. Laporan itu mencatat bahwa rezim Suriah telah menggunakan senjata improvisasi, berbiaya rendah, dan sangat efektif ini untuk membunuh sebanyak mungkin korban dan menimbulkan kehancuran seluas mungkin.* (Daily Sabah | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Pasokan Susu Formula Habis, Kondisi Bayi Berpenyakit Genetik di Gaza Terancam Bahaya
Serdadu Zionis Tembak Mati Demonstran Wanita, Lukai 25 Lainnya di Perbatasan Gaza »