AGPS: Rezim Assad Siksa, Setrum dan Perkosa Tawanan Palestina

15 January 2019, 22:20.
Foto: PIC

Foto: PIC

LONDON, Selasa (Middle East Monitor): Kelompok Aksi untuk Palestina di Suriah (AGPS) mengatakan pada Sabtu (12/1) lalu bahwa rezim Presiden Bashar Al-Assad telah melakukan berbagai pelanggaran terhadap para tawanan Palestina yang ditawan di penjara, termasuk “penyiksaan, penyetruman dan pemerkosaan.”

Menurut laporan yang dipublikasikan di situs web AGPS, sebanyak 35 pengungsi wanita Palestina tewas karena penyiksaan di penjara-penjara dan pusat-pusat penahanan rezim Suriah.

Tim Pemantauan dan Dokumentasi AGPS mengonfirmasi bahwa sebanyak 565 pengungsi Palestina, termasuk anak-anak dan lansia, telah meninggal dunia selama dan setelah penyiksaan oleh rezim.

Laporan itu juga menyatakan bahwa pemerintah Damaskus terus menyembunyikan lebih dari 1.724 tawanan di berbagai penjara dan cabang keamanan, termasuk 108 wanita dan gadis.

Seorang eks-tawanan Palestina memberikan kesaksian kepada AGPS bahwa pasukan keamanan rezim menyetrum, memukul dengan brutal, memerkosa dirinya dan wanita lainnya, kadang-kadang lebih dari 10 kali sehari. Penyiksaan serupa digunakan terhadap semua tawanan Palestina, tegasnya.

Meskipun dinas keamanan Suriah tampaknya telah menyerahkan dokumen pribadi terkait dengan puluhan korban yang tewas karena penyiksaan, kerabat mereka menolak untuk mengungkapkan nama-nama korban karena takut akan adanya pembalasan. Menurut AGPS, sekitar 82 pengungsi Palestina tewas akibat penyiksaan di penjara-penjara Assad pada tahun 2018.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Serdadu Zionis Tutup Qubbat Al-Sakhrah di Masjidil Aqsha, Larang Jamaah Shalat di Sana
Inilah Taktik Baru Tentara Myanmar Usir Pengungsi Rohingya dari Tempat Penampungan »