3 Tahun, Penjajah Zionis Raup 16 Juta Dolar dari Denda Warga Palestina di Tepi Barat

16 January 2019, 16:51.
Pemuda Palestina dari desa Nabi Saleh, Tepi Barat, saat diadili di pengadilan militer Ofer pada 21 Desember. Foto: Oren Ziv/ActivStills

Pemuda Palestina dari desa Nabi Saleh, Tepi Barat, saat diadili di pengadilan militer Ofer pada 21 Desember 2015. Foto: Oren Ziv/ActivStills

LONDON, Rabu (Middle East Monitor): Pengadilan militer ‘Israel’ telah menjatuhkan denda yang melebihi 60 juta shekel (16 juta dolar) kepada warga Palestina di Tepi Barat sejak 2015 hingga 2017, “meskipun sebagian besar pelanggaran tidak merugikan orang atau properti”, demikian pemberitaan Haaretz.

Haaretz mengungkap, “uang itu disimpan dalam rekening Administrasi Sipil ‘Israel’ di Tepi Barat dan dikelola oleh seorang pejabat yang juga berada di bawah Kementerian Keuangan ‘Israel’”.

Media ‘Israel’ itu menjelaskan contoh denda yang dijatuhkan penjajah Zionis kepada warga Palestina, antara lain vonis yang dijatuhkan pada Desember 2018 atas seorang warga Beit Ummar yang melempar batu ke arah serdadu Zionis ‘Israel’ “dari jarak yang tidak diketahui”. Meskipun “batu itu tidak mengenai siapa pun dan tidak menyebabkan kerusakan”, ia dipenjara selama enam bulan dan didenda 2.000 shekel.

Pada Oktober 2018, seorang hakim militer Zionis menghukum seorang pria Palestina berusia 45 tahun karena “ketika piknik bersama keluarga ia memegang senapan berburu dengan satu peluru di dalamnya”. Dengan plea deal (kesepakatan antara penuntut umum dan terdakwa dimana terdakwa mengaku bersalah untuk mendapatkan keringanan hukuman), “dia dijatuhi hukuman dua bulan penjara dan denda 3.000 shekel”.

Artikel Haaretz mencatat bahwa berdasarkan pengalaman, “seorang warga Palestina tidak dapat dibebaskan dari tahanan atau penjara tanpa membayar denda yang dikenakan padanya, terlepas dari tingkat pelanggaran”.

“Denda yang dijatuhkan kepada warga Palestina di pengadilan militer sangat dilebih-lebihkan, baik dalam cakupannya dibandingkan dengan ukuran populasi maupun kemampuan ekonominya,” ungkap Combatants for Peace kepada Haaretz.

Seorang anggota kelompok itu juga mengatakan kepada Haaretz bahwa di wilayah Lembah Yordan di Tepi Barat, denda untuk melepaskan traktor yang disita otoritas penjajah ‘Israel’ (yang melarang petani untuk mengolah tanah mereka) dari para petani kadang-kadang mencapai 4.000 shekel.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Inilah Taktik Baru Tentara Myanmar Usir Pengungsi Rohingya dari Tempat Penampungan
Tak Cuma Perlengkapan Musim Dingin, Muhajirin di Lebanon Butuh Uang untuk Sewa Tenda »