Pria Palestina Ini Tolak Tawaran 100 Juta Dolar dari ‘Israel’ Agar Jual Rumahnya di Al-Khalil

20 January 2019, 21:28.

LONDON, Ahad (Middle East Monitor): Seorang pria Palestina dari Al-Khalil, Tepi Barat terjajah, menolak tawaran ‘Israel’ sebesar 100 juta dolar untuk membeli rumahnya.

Warga kota Al-Khalil, Abdul Raouf Al-Mohtaseb menolak tawaran penjajah Zionis sebesar 100 juta dolar untuk rumah dan tokonya, yang terletak di pusat kawasan Al-Sahla, Al-Khalil. Demikian pemberitaan Arabi21 pada Jum’at sebagaimana dikutip MEMO.

Sebenarnya, Al-Mohtaseb telah menolak semua tawaran ‘Israel’ sebelumnya yang ingin membeli rumah dan tokonya – yang menghadap Masjid Ibrahimi di pusat kota tua.

“Saya menolak 100 juta dolar. Saya akan menolak semua uang di bumi. Saya tidak akan mengkhianati tanah air atau rakyat saya. Uang memang bagus, tapi hanya jika (uang) itu bersih,” tegas Al-Mohtaseb

Berbicara kepada Al-Mayadeen TV, Al-Mohtaseb menyatakan bahwa penawaran dimulai dari 6 juta dolar, sebelum naik menjadi 40 juta dolar dan akhirnya mencapai 100 juta dolar. Dia menekankan tidak akan mengubah pendiriannya dan akan tetap menjadi penjaga Masjid Ibrahimi.

Para pemukim ilegal Yahudi di kota itu, kata Al-Mohtaseb, telah menyatakan mereka bisa memfasilitasi perjalanannya ke Australia atau Kanada untuk menempuh kehidupan baru dan mendirikan bisnis baru, tapi ia juga menolak tawaran itu.

Al-Mohtaseb menekankan bahwa semakin tinggi para pemukim ilegal Yahudi menaikkan tawaran mereka untuk rumahnya maka cintanya pada tanah itu semakin bertambah. Al-Mohtaseb menegaskan, ia memiliki 20 cucu yang ia harap akan menghabiskan hidup mereka di Al-Khalil. “Saya menghabiskan masa kecil saya di sini,” jelasnya.

Dalam wawancara lainnya, Al-Mohtaseb juga menjelaskan penderitaan warga Palestina di Al-Khalil karena penjajahan ‘Israel’: “Pernah, saya melakukan perjalanan ke Yordania, tapi saya merasa sangat buruk pada hari berikutnya, kemudian saya mempersingkat (waktu) perjalanan saya dan kembali ke Al-Khalil,” katanya, seraya menekankan bahwa: “Kita tinggal di penjara yang sesungguhnya.”

Dia mengatakan bahwa seorang pemukim ilegal Yahudi bernama Boaz pernah mendatanginya dan menawarinya 30 juta dolar untuk rumahnya. Al-Mohtaseb mengatakan, dia membawa Boaz ke rumahnya dan menunjuk ke batu bata, lalu bertanya kepadanya, “Untuk batu bata yang manakah Anda akan membayar 30 juta dolar?” Boaz menjawab, “Saya ingin membeli seluruh rumah.” Al-Mohtaseb menjawab, “30 juta dolar tidak cukup bahkan untuk (membeli) satu batu bata saja.”* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Takut Dideportasi, 1.300 Muslim Rohingya Hengkang dari India ke Bangladesh
Bantuan Qatar Tertahan, Rumah Sakit Anak di Gaza dalam Krisis »