Penjajah Zionis Bunuh 3 Warga Palestina, Hancurkan 20 Bangunan di Tepi Barat dan Baitul Maqdis

4 February 2019, 23:49.
Foto: Ma'an News Agency

Foto: Ma’an News Agency

BAYT LAHM, Senin (Ma’an News Agency): Penjajah Zionis menembak dan membunuh tiga warga Palestina, serta menghancurkan 20 bangunan milik warga Palestina di Tepi Barat terjajah dan Baitul Maqdis Timur antara 15-28 Januari. Hal itu diungkapkan Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) di wilayah Palestina terjajah dalam laporan terbarunya.

Laporan OCHA mengungkap bahwa tiga warga Palestina, termasuk seorang anak di bawah umur, ditembak dan dibunuh oleh gerombolan serdadu Zionis dalam tiga insiden terpisah di Tepi Barat. Ini membuat jumlah warga Palestina yang tewas oleh serdadu Zionis di Tepi Barat sejak awal Desember 2018 mencapai 11 orang.

Dalam laporan tersebut, OCHA menguraikan, “Di Tepi Barat, otoritas ‘Israel’ menghancurkan 20 bangunan milik warga Palestina, mengusir 26 warga Palestina, dan memengaruhi mata pencaharian 54 orang lainnya.”

OCHA mengonfirmasi bahwa 19 dari bangunan itu dihancurkan karena kurangnya izin bangunan yang dikeluarkan ‘Israel’, yakni enam di Baitul Maqdis Timur dan 13 di “Area C”. Bangunan lainnya adalah sebuah apartemen di desa Yatta, yang diledakkan dan dihancurkan dengan alasan hukuman. Apartemen itu adalah rumah warga Palestina yang menikam seorang pemukim ilegal Yahudi pada September 2018, dan kemudian ditahan setelah ia ditembak dan terluka parah.

Membentuk sepertiga dari Tepi Barat terjajah, dengan 88 persen tanahnya diklasifikasikan sebagai Area C –yang berada di bawah kendali penuh militer ‘Israel’– Lembah Yordan telah lama menjadi wilayah strategis yang sulit kembali ke Palestina setelah penjajahan ‘Israel’ pada 1967.

Penghancuran infrastruktur dan tempat tinggal warga Palestina sering terjadi di Area C. Komunitas Badui dan penggembala di wilayah tersebut sangat rentan menjadi target kebijakan semacam itu.

Penjajah Zionis hampir tidak pernah memberi warga Palestina izin untuk membangun di tanah yang diklasifikasikan sebagai Area C – lebih dari 60 persen Tepi Barat di bawah kendali penuh ‘Israel’. Hal itu membuat penduduk Palestina tidak punya pilihan selain membangun rumah mereka tanpa izin dan “hidup dalam ketakutan terus menerus bahwa rumah dan mata pencaharian mereka akan dihancurkan,” ungkap kelompok HAM, B’Tselem.

Dalam laporannya, OCHA juga menyebutkan bahwa penjajah Zionis menebang 1.250 pohon zaitun milik warga Palestina dengan dalih ditanam di daerah yang dinyatakan sebagai “tanah negara” sehingga memengaruhi mata pencaharian enam keluarga. Insiden itu terjadi di daerah pertanian di sebelah desa Beit Ummar di distrik Al-Khalil, Tepi Barat bagian selatan.

Pohon-pohon zaitun yang ditebang berusia antara lima dan sembilan tahun. Keberatan terhadap pencabutan pohon-pohon zaitun, yang diajukan oleh dua keluarga ke pengadilan militer ‘Israel’ sebelumnya ditolak.* (Ma’an News Agency | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Penjajah Zionis Berencana Mukimkan 1 Juta Pemukim Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Terus Bunuh Warga Sipil, Assad Langgar Kesepakatan Sochi »