Terus Bunuh Warga Sipil, Assad Langgar Kesepakatan Sochi

5 February 2019, 19:27.
Foto: Anadolu Agency

Foto: Anadolu Agency

IDLIB, Selasa (Anadolu Agency): Pasukan rezim Suriah dan kelompok-kelompok teroris yang didukung Iran melanggar perjanjian gencatan senjata Sochi beberapa kali bulan lalu karena menyerang posisi oposisi di zona de-eskalasi Idlib sehingga mengakibatkan puluhan warga sipil tewas.

Menurut badan pertahanan sipil White Helmets, pasukan rezim dan kelompok-kelompok teroris yang didukung Iran bulan lalu menyerang daerah-daerah pemukiman di zona de-eskalasi, di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.

September lalu di kota Sochi, Rusia, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin setuju untuk mendirikan zona de-eskalasi di Idlib.

Bulan berikutnya semua senjata berat ditarik dari zona de-eskalasi oleh oposisi Suriah dan kelompok-kelompok anti-rezim.

Meskipun demikian, menurut White Helmets, setidaknya 30 orang di Idlib tewas pada Januari, termasuk wanita dan anak-anak, sementara 180 lainnya terluka – di Idlib, Hama dan Latakia – oleh serangan pesawat tak berawak dan tembakan artileri rezim.

Bulan lalu rezim juga menargetkan daerah pedesaan di bagian tenggara Idlib, bersama dengan bagian pedesaan provinsi Aleppo, Latakia dan Hama.

Mohamed Hallaj, direktur Coordinators of Interventions in Syria, sebuah lembaga non-pemerintah, mengatakan pada Anadolu Agency bahwa ribuan keluarga telah melarikan diri ke daerah-daerah dekat perbatasan Turki sebagai akibat dari kekerasan yang sedang berlangsung.

Pada November dan Desember tahun lalu, lebih dari 16.000 keluarga terpaksa mengungsi dari rumah mereka di Idlib tenggara dan Hama utara, kata Hallaj.* (Anadolu Agency | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Penjajah Zionis Bunuh 3 Warga Palestina, Hancurkan 20 Bangunan di Tepi Barat dan Baitul Maqdis
Anak-anak Yatim Gaza Minta Komunitas Internasional Bantu Akhiri Blokade dan Sanksi »