Serdadu Zionis Tembak Kepala Remaja Palestina Ini dari Jarak 10 Meter

7 February 2019, 11:06.
Fawaz ‘Abed, seorang remaja Palestina patah tempurung kepalanya setelah gerombolan serdadu Zionis menembakkan peluru spons ke kepalanya pada 6 Januari 2019. Foto: Middle East Monitor

Fawaz ‘Abed, seorang remaja Palestina patah tempurung kepalanya setelah gerombolan serdadu Zionis menembakkan peluru spons ke kepalanya pada 6 Januari 2019. Foto: Middle East Monitor

LONDON, Kamis (Middle East Monitor): Gerombolan serdadu Zionis menembak seorang remaja Palestina berusia 16 tahun dengan peluru spons dari jarak kurang dari 10 meter sehingga mematahkan tempurung kepalanya. Hal itu diungkapkan organisasi hak asasi manusia, B’Tselem.

Insiden itu terjadi pada 6 Januari 2019, setelah gerombolan serdadu Zionis dikerahkan ke Al-Bireh. Sekitar pukul 7 pagi, pemuda setempat melemparkan batu ke sekitar 15 serdadu Zionis yang menyisir daerah Al-Maqahi.

Sementara itu, Fawaz ‘Abed dan temannya Amjad Qar’an –keduanya berusia 16 tahun– bertemu untuk minum kopi di daerah tersebut. Itu merupakan bagian dari rutinitas pagi mereka sebelum ‘Abed pergi ke sekolah dan Qar’an magang sebagai teknisi listrik.

Sekitar pukul 7.45 pagi, kedua remaja lelaki –yang berpikir bahwa gerombolan serdadu Zionis telah meninggalkan daerah itu– mendekati persimpangan, kemudian melihat serdadu Zionis sejauh 40 meter.

“Beberapa serdadu melambaikan tangan kepada mereka dan ‘Abed balas melambaikan tangan, sebagai upaya untuk memahami apa yang mereka maksudkan,” kata B’Tselem.

“Sementara itu, dua serdadu Zionis lainnya tiba-tiba datang dari jalan samping yang terletak di sebelah kanan remaja tersebut. Seorang serdadu Zionis, tanpa peringatan apa pun, menembakkan peluru spons ke kepala ‘Abed dari jarak kurang dari 10 meter.”

“Dampaknya sangat kuat, saya tidak bisa bernafas atau melihat. Saya jatuh dan mulai menggeliat kesakitan, serta menjerit,” kata Fawaz kepada B’Tselem. “Saya tidak bisa melihat apa pun dengan jelas.”

“Saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada saya sekarang. Itu sangat menakutkan. Saya seharusnya sedang mengikuti ujian pertengahan semester. Saya kangen bersekolah. Saya masih belum tahu kapan saya akan kembali ke sekolah. Saya bahkan tidak tahu apakah saya akan sepenuhnya pulih atau terjebak dengan masalah medis yang dapat mengacaukan hidup saya,” tambahnya.

Di rumah sakit, dokter menemukan ia mengalami patah tulang tengkorak kepala dan hematoma intrakranial. Fawaz telah menjalani operasi.

Menurut B’Tselem, “Kekerasan tanpa tanggung jawab terletak di jantung penjajahan. Itu akan terus berlanjut selama penjajahan berlangsung.”* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Pasien Kanker di Gaza Meningkat Jadi 8.515, Termasuk 608 Anak-anak
Pemotongan Tunjangan Keluarga Syuhada Langgar Nilai Perjuangan Palestina »