OPCW Gagal Selidiki 191 Serangan Kimia di Suriah

9 February 2019, 21:19.
Seorang anak dirawat di rumah sakit di Douma, Suriah, setelah terjadinya serangan kimia pada 7 April 2018. Foto: White Helmets/Reuters

Seorang anak dirawat di rumah sakit di Douma, Suriah, setelah terjadinya serangan kimia pada 7 April 2018. Foto: White Helmets/Reuters

LONDON, Sabtu (Middle East Monitor): Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) telah gagal menyelidiki sekitar 191 serangan kimia yang terjadi di Suriah sejak 2012. Hal itu diungkapkan Syrian Network for Human Rights (SNHR), pada Rabu (6/2).

Dalam laporan setebal sembilan halaman, badan pengawas hak asasi manusia itu menyerukan masyarakat internasional untuk memastikan insiden-insiden tersebut diselidiki. Diperkirakan sekitar 221 serangan kimia dilakukan antara 23 Desember 2012 dan akhir 2018; 216 oleh rezim Presiden Suriah Bashar Al-Assad, dan lima oleh militan Daesh.

Akan tetapi, OPCW yang bermarkas di Den Haag sejauh ini hanya mengakui 43 serangan sejak perang dimulai, yang terbaru adalah serangan di Douma April lalu, yang menewaskan lebih dari 85 orang.

Laporan tersebut memerinci beberapa serangan paling dahsyat yang belum diakui oleh OPCW; satu serangan kimia pada bulan Desember 2016 di mana pesawat-pesawat tempur rezim Suriah menjatuhkan tabung-tabung gas di lima desa di provinsi Hama yang menyebabkan sekitar 35 orang tewas, termasuk 16 anak-anak dan enam wanita, serta melukai 100 lainnya. Pada Maret 2013, tabung-tabung yang sama ditembakkan ke kota Khan Al-Asal di Aleppo sehingga menewaskan 22 orang dan melukai 250 lainnya.

Kelompok HAM itu juga menuding pemerintah Suriah dan sekutunya, Rusia, menghalangi penyelidikan yang dilakukan oleh OPCW. SNHR menyatakan bahwa otoritas telah menyesatkan para pemeriksa, menolak visa untuk tenaga ahli, sengaja menunda merespon pesan, dan membatasi akses mereka ke daerah-daerah tertentu. SNHR juga mengutip beberapa laporan berita lainnya, termasuk salah satunya oleh Reuters dari 2017, yang memerinci berbagai hambatan yang dihadapi para penyelidik ketika mereka mencoba mengumpulkan bukti serangan kimia.

Seruan SNHR itu muncul di tengah perluasan mandat OPCW bulan ini, yang sekarang akan memungkinkan otoritas investigasi itu mengidentifikasi para pelaku serangan. Langkah itu disambut baik oleh SNHR, terutama mengingat upaya yang dilakukan oleh rezim Suriah dan sekutu-sekutunya untuk memblokir aksi internasional; Moskow telah menggunakan kekuatan vetonya di Dewan Keamanan PBB 11 kali untuk melindungi Damaskus.

Karena sebagian besar insiden terjadi lebih dari setahun yang lalu, akan sulit untuk mengumpulkan bukti, terutama banyak daerah yang terkena dampak sekarang sekali lagi di bawah kontrol pemerintah.

Laporan itu mencatat bahwa rezim Suriah juga memanipulasi jenazah banyak orang yang tewas dalam serangan kimia tertentu, seperti yang terjadi di kuburan Douma tahun lalu, di mana kuburan para korban dicemarkan dan dipindahkan. Perusakan tempat terjadinya kejahatan dan pemusnahan jenazah warga sipil jelas akan menyulitkan petugas OPCW melakukan investigasi.

Oleh karena itu, SNHR menyatakan bersedia bekerja sama dengan OPCW untuk memberikan bukti yang telah mereka kumpulkan selama tujuh tahun terakhir, yang mungkin diperlukan untuk penyelidikan.

Menurut SNHR, “Negara-negara di dunia yang beradab harus menentang negara-negara yang mendukung penggunaan dan menyembunyikan bukti penggunaan senjata kimia, terutama rezim Suriah, Iran, dan Rusia.”

“Rusia harus berhenti menggunakan perannya sebagai anggota tetap Dewan Keamanan dalam konteks mendukung kediktatoran yang menindas demi imbalan kepentingan material dan politik, dengan mengorbankan nyawa atau membuat jutaan orang mengungsi,” SNHR menyimpulkan.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Pemotongan Tunjangan Keluarga Syuhada Langgar Nilai Perjuangan Palestina
Penjajah Zionis Akan Isolasi dan Jadikan Gaza Kamp Konsentrasi »