Aktivis Gelar Kampanye untuk Lindungi Warga Al-Khalil dari Serangan Pemukim Ilegal Yahudi

11 February 2019, 22:10.
Aktivis YAS mendampingi anak-anak yang hendak ke sekolah di Al-Khalil, Tepi Barat, pada 10 Februari 2019. Foto: Mamoun Wazwaz/Anadolu Agency

Aktivis YAS mendampingi anak-anak yang hendak ke sekolah di Al-Khalil, Tepi Barat, pada 10 Februari 2019. Foto: Mamoun Wazwaz/Anadolu Agency

LONDON, Senin (Middle East Eye | Middle East Monitor): Sejumlah aktivis Palestina menggelar kampanye yang bertujuan melindungi warga dari serangan pemukim ilegal Yahudi di kota Al-Khalil, Tepi Barat, kemarin (10/2), setelah penarikan mundur para pemantau internasional dari wilayah tersebut.

Sejumlah aktivis Palestina dari Youth Against Settlements (YAS) mengantar anak-anak Palestina yang hendak ke sekolah. Aktivitas ini merupakan bagian dari kampanye.

“Kampanye ini bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada warga (Al-Khalil) dan mendokumentasikan pelanggaran yang dilakukan (pemukim ilegal Yahudi),” kata juru bicara YAS, Mohamed Zghayyar.

Inisiatif ini dilakukan menyusul keputusan penjajah Zionis yang menolak memperpanjang mandat Temporary International Presence in Hebron (TIPH) pada bulan lalu. TIPH yang selama 20 tahun terakhir melakukan pemantauan atas berbagai pelanggaran di kota itu pun mengakhiri misinya pada 31 Januari lalu.

Terdiri dari 64 pengamat internasional dari Norwegia, Denmark, Swedia, Swiss, Italia dan Turki, TIPH didirikan berdasarkan resolusi 904 Dewan Keamanan PBB. Resolusi itu diadopsi setelah terjadinya pembantaian di Masjid Ibrahimi, Al-Khalil, pada tahun 1994 ketika ekstremis Yahudi Baruch Goldstein menembak mati 29 jamaah Palestina.

Melansir Middle East Eye, warga Palestina yang tinggal di Al-Khalil meyakini, penolakan terhadap TIPH merupakan upaya penjajah Zionis untuk meminimalisir sorotan dunia internasional atas penjajahan di Tepi Barat.

Pasalnya, selain memonitor pelanggaran di Al-Khalil, Reuters dalam laporannya menyebut, TIPH juga ikut memberikan perlindungan kepada penduduk lokal Palestina dari ancaman serangan pemukim ilegal Yahudi dan serdadu Zionis.

Aref Jaber, seorang warga Al-Khalil mengatakan, kehadiran tim TIPH cukup membantu, khususnya bagi anak-anak sekolah. Karena mereka melakukan patroli di jam-jam ketika anak-anak berangkat dan pulang sekolah, yakni pagi dan sore hari.

Para aktivis yang berkampanye dengan memakai seragam dan topi biru, mirip dengan yang dikenakan tim TIPH, membuat sejumlah pemukim ilegal Yahudi tidak senang.

Dalam video yang diunggah ke media sosial, tampak seorang wanita lansia Yahudi memaki-maki para aktivis.* (Middle East Eye | Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Pemukim ilegal Yahudi memaki-maki aktivis YAS di Al-Khalil, Tepi Barat, pada 10 Februari 2019. Foto: Mamoun Wazwaz/Anadolu Agency

Pemukim ilegal Yahudi memaki-maki aktivis YAS di Al-Khalil, Tepi Barat, pada 10 Februari 2019. Foto: Mamoun Wazwaz/Anadolu Agency

Pemukim ilegal Yahudi memaki-maki aktivis YAS di Al-Khalil, Tepi Barat, pada 10 Februari 2019. Foto: Mamoun Wazwaz/Anadolu Agency

Pemukim ilegal Yahudi memaki-maki aktivis YAS di Al-Khalil, Tepi Barat, pada 10 Februari 2019. Foto: Mamoun Wazwaz/Anadolu Agency

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Meski Idlib Adalah Zona De-Eskalasi, Rezim Assad Terus Bunuh Warga Sipil
Pemukim Ilegal Yahudi Kembali Serang Sekolah Palestina di Nablus »