Rezim Assad Bombardir Rakyatnya dengan Lebih dari 300 Serangan Kimia Sejak Awal Perang

20 February 2019, 19:31.
Seorang bayi dan pria menerima perawatan medis setelah pasukan rezim Assad diduga melakukan serangan gas beracun di distrik Sakba dan Hammuriye di Ghouta Timur, Damaskus, Suriah, pada 7 Maret 2018. Foto: Dia Al Din Samout/Anadolu Agency

Dua balita mendapat perawatan medis setelah pasukan rezim Assad diduga melakukan serangan gas beracun di distrik Sakba dan Hammuriye di Ghouta Timur, Damaskus, Suriah, pada 7 Maret 2018. Foto: Dia Al Din Samout/Anadolu Agency

ANKARA, Rabu (Anadolu Agency | Middle East Monitor): Rezim Assad ada di balik sebagian besar dari 336 insiden dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah selama delapan tahun terakhir, ungkap sebuah lembaga non-pemerintah Jerman.

Dalam laporan “Tak Ada Tempat untuk Sembunyi: Logika Penggunaan Senjata Kimia di Suriah” Global Public Policy Institute (GPPi) pada Ahad lalu mengungkapkan, sekitar 336 serangan kimia terjadi di Suriah sejak awal perang sipil di negara itu pada 2011.

Laporan itu menyatakan, 123 serangan dilakukan di ibukota Damaskus, 123 di wilayah timur provinsi Idlib dan wilayah utara Hama, 55 di Aleppo, 10 di Homs, 10 di Deir ez-Zor, dan dua di Al-Hasakah.

Lembaga yang bermarkas di Berlin itu menyatakan “telah membuktikan 336 penggunaan senjata kimia, mulai dari zat saraf hingga bom klorin berbahaya”. GPPi menunjukkan bahwa “hampir semua serangan –98 persen– dilakukan oleh militer Assad atau pasukan sekutunya, termasuk milisi loyalis yang dikenal dengan Tiger Forces yang didukung Rusia”. Serangan lainnya dilakukan kelompok teroris Daesh.

Analisis lembaga itu dimulai pada 23 Desember 2012, beberapa bulan setelah mantan Presiden AS Barack Obama menyatakan bahwa penggunaan senjata kimia terhadap warga sipil Suriah akan menjadi garis merah bagi pemerintahannya.

Para peneliti yang menyusun laporan itu menyatakan, mereka memperoleh informasi itu dari pernyataan saksi dan analisis pasca-serangan, termasuk laporan tentang efek dari zat kimia yang jelas terlihat dan bagaimana senjata kimia dikirim ke lokasi-lokasi serangan.

Sebagai akibat dari serangan gas saraf pada 2013 di daerah pinggiran Damaskus, Obama menarik kembali pesawat-pesawat tempur AS setelah kesepakatan menit-menit terakhir yang diduga membuat Assad melepaskan persediaan senjata kimianya. Lebih dari 72 ton senjata kimia dihancurkan, tetapi serangan itu tidak berhenti. Laporan GPPi mengatakan banyak dari serangan berikutnya menggunakan klorin, yang berubah menjadi asam klorida ketika dihirup serta dapat menyebabkan kerusakan sistem pernapasan dan, dalam beberapa kasus, kematian.

Laporan itu juga menyatakan: “Penggunaan senjata kimia yang terus menerus dan luas oleh rezim Suriah merupakan bagian dari strategi perang terkait hukuman kolektif terhadap penduduk di daerah-daerah yang dikuasai oposisi.”

“Rezim Assad tidak hanya ‘meloloskan diri’ dengan penggunaan senjata terlarang ini, tapi berhasil menggunakannya untuk tujuan strategis,” tulis laporan itu.

Perihal cara untuk menghentikan strategi penggunaan senjata kimia oleh rezim Suriah, laporan tersebut menjelaskan bahwa itu akan membutuhkan penghentian keseluruhan mesin kekerasan membabi buta rezim.

“Armada helikopter Suriah, yang telah memainkan peran penting dalam pengiriman bom gentong konvensional dan kimia, harus menjadi target utama,” urai laporan itu

Perang sipil berkecamuk di Suriah sejak awal 2011, ketika rezim Assad menindak keras demonstran dengan kekejaman yang tak terduga.

Sejak saat itu, ratusan ribu orang diyakini telah terbunuh dan jutaan lainnya mengungsi akibat konflik. Lebih dari dua pertiga populasi Suriah mengungsi secara internal atau eksternal.* (Anadolu Agency | Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Sumber Infografis: Anadolu Agency

Sumber Infografis: Anadolu Agency

Sumber Infografis: Anadolu Agency

Sumber Infografis: Anadolu Agency

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Penjajah Zionis Tutup Bab Al-Rahma, Aktivis Serukan Jamaah Muslim Ramaikan Masjidil Aqsha
Lebanon Ungkap Peran Agen Mossad yang Targetkan Pemimpin Hamas »