Banjir di Suriah Utara Hancurkan Kamp yang Tampung 40.000 Muhajirin

3 April 2019, 22:12.
Anak-anak Suriah di Idlib, Suriah. Foto: Ahmad Darweesh/Twitter

Idlib, Suriah. Foto: Ahmad Darweesh/Twitter

LONDON, Rabu (Middle East Monitor): Banjir di utara Suriah telah memengaruhi lebih dari 40.000 Muhajirin yang tinggal di kamp-kamp pengungsi dekat perbatasan Turki, ungkap PBB kemarin.

Berbicara ketika sekitar 24 truk bantuan kemanusiaan tiba di 14 kamp yang terkena dampak, David Swanson dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) mengatakan, hujan lebat telah menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur kecil milik Muhajirin.

Badai menyapu ratusan tenda yang digunakan oleh keluarga-keluarga pengungsi internal, dan air hujan merusak beberapa barang, serta harta milik mereka. Di beberapa daerah dataran rendah, ketinggian air hingga ke lutut sehingga para aktivis kemanusiaan berusaha menyelamatkan orang-orang dari kamp dan membawa mereka ke tempat yang aman.

White Helmets telah bekerja secara konsisten selama beberapa hari terakhir untuk menyelamatkan orang-orang dan barang-barang mereka yang sedikit dari naiknya air berlumpur. Unit pertahanan sipil itu kemarin menyatakan bahwa lebih dari 537 kamp yang menampung lebih dari 8.000 keluarga rusak parah akibat banjir.

Hujan deras memengaruhi puluhan ribu warga sipil, tanaman dan hewan ternak di Idllib, sementara di Aleppo sebuah rumah sakit terpaksa menangguhkan pelayanan karena naiknya air.

Ini bukan kali pertama banjir besar melanda kamp-kamp di utara pada musim dingin ini. Pada akhir Desember, sekitar 32.000 orang kehilangan tempat tinggal dalam kondisi dingin ekstrem. Warga setempat menyatakan bahwa banjir ini adalah yang terburuk yang pernah mereka saksikan dalam delapan tahun.

Benteng pertahanan terakhir oposisi, provinsi Idlib adalah rumah bagi lebih dari tiga juta warga sipil, sepertiganya diyakini adalah anak-anak. Akan tetapi, provinsi ini menghadapi kekurangan sumber daya, di mana banyak fasilitas kekurangan makanan pokok dan pasokan medis.

Meskipun ratusan Muhajirin di dalam dan di luar Suriah telah didorong kembali ke wilayah yang dikuasai rezim karena kondisi kehidupan yang keras selama beberapa bulan terakhir, banyak yang menolak tawaran itu karena takut akan pembalasan oleh rezim setelah mereka kembali.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Sebulan, 334 Warga Sipil Tewas di Suriah
Hanya Karena Telepon Kerabat di Idlib, Rezim Suriah Tangkap Ibu dan Empat Putrinya »