Aryeh Eldad: ‘Israel’ Ada di Balik Kudeta terhadap Mursi

4 April 2019, 22:29.
Presiden Mesir yang digulingkan, Muhammad Mursi. Foto: Anadolu Agency/Facebook

Presiden Mesir yang digulingkan, Muhammad Mursi. Foto: Anadolu Agency/Facebook

LONDON, Kamis (Middle East Monitor): ‘Israel’ berupaya menggulingkan presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis, Muhammad Mursi, dan mengatur kudeta terhadapnya pada tahun 2013. Itulah yang ditulis Brigadir Jenderal militer ‘Israel’, Aryeh Eldad, dalam sebuah surat kabar lokal.

Penulis mengatakan dalam sebuah artikel di surat kabar Maariv bahwa “pecahnya revolusi Januari bertepatan dengan penilaian keamanan ‘Israel’ bahwa presiden terpilih Muhammad Mursi –seorang pria Ikhwanul Muslimin– berniat untuk membatalkan perjanjian damai dengan ‘Israel’ dan mengirim lebih banyak pasukan militer Mesir ke Semenanjung Sinai.”

“Pada tahap itu, ‘Israel’ cepat dan tanpa ragu-ragu mengaktifkan alat diplomatiknya untuk menjadikan Abdel Fattah Al-Sisi berkuasa di Mesir, dan meyakinkan pemerintah Amerika Serikat yang saat itu di bawah Presiden Barack Obama untuk tidak menentang langkah ini.”

Eldad menekankan bahwa “bertentangan dengan semua harapan ‘Israel’, perjanjian Camp David, yang dibuat 40 tahun lalu, telah bertahan selama beberapa dekade kendati tidak ada perdamaian nyata antara kami dan Mesir, serta gagal untuk menyelesaikan konflik Palestina-‘Israel’ karena konflik ini bukan hanya tentang geopolitik. Kami sebetulnya mengalami perang agama dengan warga Palestina dan Arab.”

Dia menyatakan bahwa “kegemparan yang disebabkan oleh ‘Israel’ yang menjual kapal selam Jerman ke Mesir bersamaan dengan peringatan ulang tahun ke-40 perjanjian Camp David adalah indikasi baru bahwa kita membuat Mesir berpihak pada kita.”* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Hanya Karena Telepon Kerabat di Idlib, Rezim Suriah Tangkap Ibu dan Empat Putrinya
HRW: Bangladesh Harus Berhenti Usir Pelajar Rohingya »