Lebanon Luncurkan Kampanye Global Lawan Normalisasi Hubungan dengan ‘Israel’

6 April 2019, 22:18.
Sekretaris Jenderal Koalisi Global untuk Baitul Maqdis dan Palestina, Mohammad Akram Al-Adlouni berbicara saat konferensi pers di Beirut. Foto: MEMO

Sekretaris Jenderal Koalisi Global untuk Baitul Maqdis dan Palestina, Mohammad Akram Al-Adlouni berbicara saat konferensi pers di Beirut. Foto: Middle East Monitor

LONDON, Sabtu (Middle East Monitor): Kampanye global menentang normalisasi dengan penjajah Zionis ‘Israel’ diluncurkan kemarin (5/4) di Beirut, Lebanon, dengan partisipasi tokoh-tokoh nasional, politik, pan-Arab serta budaya Palestina dan Lebanon.

Dalam konferensi pers, Sekretaris Jenderal Koalisi Global untuk Baitul Maqdis dan Palestina, Mohammad Akram Al-Adlouni menyatakan, salah satu tantangan paling kritis yang dihadapi rakyat Palestina saat ini adalah kemampuan untuk menghentikan upaya normalisasi hubungan dengan ‘Israel’ pada saat sejumlah negara bergegas untuk meningkatkan hubungan mereka dengan penjajah Zionis.

Koordinator Umum Inisiatif Pemuda Palestina di Luar Negeri, Abdullah Al-Rifai, meminta para pemuda untuk menolak normalisasi dalam semua bentuk akademik, politik, teknis, dan ekonomi.

Kampanye ini dimulai pada hari Sabtu (6/4) dan berlanjut selama satu minggu. Menurut penyelenggara, kampanye ini meliputi demonstrasi dan penyelenggaraan sejumlah acara di seluruh dunia, bersamaan dengan “Great March of Return” di Jalur Gaza dan demonstrasi di Baitul Maqdis, serta sosialisasi melalui situs jejaring sosial dengan meramaikan tagar “Against Normalisation”.

Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Arab mengenai bahaya normalisasi dengan penjajah ‘Israel’.

Syikh Ali Al-Yusuf, ketua Asosiasi Ulama Menentang Normalisasi, menunjukkan bahwa “dunia Islam membutuhkan pemimpin yang secara terbuka menentang normalisasi –yang dilarang oleh hukum– dengan mereka yang menjajah, mencuri tanah dan menodainya.”

Ia menambahkan bahwa “situasi ini membutuhkan perjuangan dan jihad dalam pertempuran untuk perubahan. Jika kita menerima normalisasi, itu berarti kita mengabaikan hak-hak kita dan mengkhianati perlawanan (rakyat Palestina).”* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« ‘Bashar Al-Assad Bunuh Rakyat Suriah dengan Izin Internasional’
241 Bocah Palestina Tewas di Suriah Sejak Awal Perang »