Parkour Tawarkan Kebebasan kepada Pemuda Gaza

15 April 2019, 11:51.

GAZA, Senin (Al Jazeera): Blokade ‘Israel’ selama 12 tahun di Gaza telah menyebabkan dua juta orang di wilayah itu bergelut dengan ketiadaan pekerjaan, pemadaman listrik dan perumahan yang hancur. Gaza adalah tempat yang menawarkan secercah harapan bagi pemuda Palestina.

Akan tetapi, di kota Khan Younis sekelompok pemuda punya cara untuk melupakan sejenak penderitaan yang mereka alami akibat blokade ‘Israel’, yakni dengan melakukan Parkour. Tak hanya menantang keberanian, jenis olahraga ini juga memiliki nilai estetis.

Parkour berarti bergerak atau berpindah tempat dari suatu titik ke titik lainnya. Prinsip olahraga ini adalah melewati rintangan dengan gerakan secepat mungkin baik itu berlari, berayun, melompat, menggelantung, dan memanjat.

Sekelompok pemuda yang menamakan diri Parkour Gaza berlatih setiap hari di dinding dan bangunan yang penuh dengan bekas peluru. Lanskap yang meninggalkan bekas perang itu menjadi lapangan yang sempurna untuk Parkour.

Jihad Abu Sultan, salah seorang pegiat Parkour mengatakan, “Ini (Parkour) memberi saya perasaan yang berbeda dari olahraga lainnya. Parkour membawa kami pergi dari pengepungan ‘Israel’, dari penderitaan yang kami alami. Ketika kami berlatih kami merasakan secara emosional dan mental berada jauh dari kamp pengungsi. Di sini kami bebas.”

Tim Parkour Gaza berdiri pada tahun 2005 dan mereka berusaha berlatih setiap hari. Para anggota menyatakan, olahraga itu memberi mereka perasaan bahwa tidak ada penghalang yang tidak dapat mereka atasi.

Pegiat Parkour lainnya, Abdullah Al Qassab mengungkapkan, “Apa yang saya rasakan di dalam hati saya adalah bebas dari rasa takut. Parkour itu seperti terbang. Jadi, kami terbang ketika kami melakukan ini. Kami melewati banyak hal. Seperti halnya kami melewati banyak hal karena kami memiliki banyak kendala dalam hidup, begitu pula dengan Parkour. Kami melewati dinding dan apa pun yang ada di depan kami dengan mudah tanpa kesulitan.”

Tim ini sangat ingin bisa berlatih di luar Gaza. Akan tetapi, menurut mereka, permintaan mereka untuk pergi selalu ditolak oleh ‘Israel’.* (Al Jazeera | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Sebulan, Rezim Suriah Serang Idlib 6.422 Kali dan Tewaskan 135 Warga
Pemukim Ilegal Yahudi Curi Domba Warga Palestina di Lembah Yordan »