Organisasi Sipil Tuntut Walikota Bolu Karena Kebijakan Anti-Pengungsinya

19 April 2019, 22:41.
Foto: Twitter (@tanjuozcanchp)

Foto: Twitter (@tanjuozcanchp)

ISTANBUL, Jum’at (Daily Sabah): Asosiasi Hak Pengungsi Internasional kemarin (18/4) mengajukan pengaduan pidana terhadap Tanju Ozcan, walikota Bolu yang baru terpilih dari Partai Rakyat Republik (CHP). Ini dilakukan setelah Ozcan mengungkapkan rencananya memotong bantuan kemanusiaan untuk orang asing dan pengungsi Suriah.

Perwakilan dari berbagai organisasi sipil menyelenggarakan konferensi pers bersama di gedung pengadilan Istanbul di Caglayan.

Pengacara Ugur Yildirim yang mewakili Asosiasi Hak Pengungsi Internasional menyatakan, Ozcan telah menindaklanjuti retorika anti-pengungsi yang ia gunakan selama kampanye.

Yildirim mengatakan, Ozcan memberikan instruksi kepada Direktorat Urusan Kebudayaan dan Sosial Kota Bolu bahwa para pengungsi Suriah tidak boleh diberikan tunjangan finansial atau diizinkan menikmati makanan dari dapur-dapur makanan umum.

Yildirim menambahkan bahwa keputusan Ozcan telah menyebabkan kemarahan publik dan dia tidak menghiraukan seruan organisasi masyarakat sipil serta pengacara. Ozcan malah meneruskan kebijakan diskriminatifnya terhadap pengungsi Suriah.

Selain melanggar pasal 14 Deklarasi Hak Asasi Manusia tentang hak tempat perlindungan dan suaka, Ozcan juga bertindak menentang kesetaraan dan akses yang sama ke layanan-layanan pemerintah kota yang tercantum dalam Konstitusi, kata Yildirim.

“Pernyataan Tanju Ozcan yang mengklaim bahwa warga Suriah menerima tunjangan dari berbagai yayasan dan hidup dalam kondisi yang lebih baik daripada rakyat Turki tidak adil dan tidak berdasar. Tanpa menyelidiki kebenaran dari klaim-klaim tersebut, bertindak dengan tujuan populis dan fasis tidak pantas sebagai seorang walikota dan juga merupakan kejahatan,” kata Yildirim.

Ketua lembaga Ozgur-Der, Ridvan Kaya, menyatakan bahwa memprovokasi rakyat Turki yang miskin melawan rakyat Suriah yang miskin adalah salah satu hal terburuk yang bisa dilakukan seorang walikota.

“Walikota seharusnya membahas akses masyarakat ke peluang pekerjaan yang lebih baik, pendidikan dan kesehatan. Memprovokasi rakyat untuk menentang satu sama lain adalah kejahatan terhadap kemanusiaan,” ujar Kaya.

Video kampanye pemilu Ozcan dan pernyataan pers yang menargetkan warga Suriah dan warga negara asing digunakan sebagai bukti dalam petisi yang diajukan ke pengadilan.

Petisi itu menuntut Ozcan didakwa dengan kejahatan “menghalangi akses ke layanan publik”, “pelanggaran terhadap pekerjaan dan kebebasan kerja”, “menghina dan memprovokasi orang”, serta “kebencian dan diskriminasi”.

Turki menampung hampir empat juta pengungsi Suriah, lebih banyak dari negara mana pun di dunia. Sejauh ini Turki telah menghabiskan lebih dari 35 miliar dolar untuk warga Suriah. Dibandingkan dengan provinsi lain, Bolu menampung sejumlah kecil pengungsi Suriah. Berdasarkan angka resmi, hanya ada sekitar 1.500 warga Suriah di Bolu.

Ozcan telah menjadi wakil CHP dari Bolu sejak 2011. Pada pemilu 31 Maret, ia dicalonkan oleh partainya untuk provinsi tersebut dan terpilih sebagai walikota dengan 44 persen suara.

Ozcan menampik kritikan atas rencana anti-pengungsinya itu, ia bersikeras bahwa pengungsi Irak, Suriah dan Afghanistan hidup dengan “standar tertinggi” di Bolu.

“Mereka menerima tunjangan keuangan dari empat lembaga berbeda: dinas sosial, lembaga solidaritas sosial, Bulan Sabit Merah Turki dan pemerintah kota setempat. Mereka mengenakan pakaian terbaik dan hidup dengan sangat nyaman di Bolu,” ujar Ozcan ketika memberikan alasan terkait keputusannya memotong bantuan untuk pengungsi.* (Daily Sabah | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Pemukim Ilegal Yahudi Tabrak dan Bunuh Wanita Palestina dengan Truknya di Bayt Lahm
Kecanduan Narkoba Marak di Kalangan Anak-anak yang Hidup di Bawah Rezim Assad »