Penjajah Zionis Batasi Kunjungan Warga Palestina ke Masjidil Aqsha Selama Ramadhan

15 May 2019, 10:40.
Foto: Ma’an News Agency

Foto: Ma’an News Agency

BAITUL MAQDIS TERJAJAH, Rabu (Ma’an News Agency): Warga Palestina menghadapi pembatasan yang ketat untuk mengunjungi kompleks Masjid Al-Aqsha selama bulan suci Ramadhan. Menurut laporan yang dikeluarkan oleh Al-Monitor, pria yang berusia di bawah 16 tahun dan lebih dari 40 tahun diizinkan untuk mengunjungi Masjidil Aqsha.

Sedangkan wanita dari segala usia hanya diizinkan untuk mengunjungi masjid tersebut pada hari Jumat. Laporan itu menekankan bahwa pria berusia antara 30 dan 40 tahun memerlukan izin masuk yang dikeluarkan penjajah Zionis untuk mengunjungi kompleks Al-Aqsha, serta mereka yang berusia antara 16 dan 29 tahun “tidak berhak untuk mengajukan izin.”

Laporan itu mengungkapkan bahwa “sepuluh tahun yang lalu, ‘Israel’ mulai mengizinkan warga Palestina di Tepi Barat memasuki Baitul Maqdis untuk shalat di Masjid Al-Aqsha selama bulan Ramadhan. Pemenuhan syarat umumnya ditentukan oleh kelompok umur dan tergantung pada hubungan politik ‘Israel’ dengan Otoritas Palestina (OP).”

Sayangnya, “tidak ada kriteria resmi mengenai izin, hanya syarat-syarat untuk dipertimbangkan,” ungkap Al-Monitor. Warga Palestina dapat mengajukan izin, namun dapat ditolak tanpa alasan yang jelas.

Kepala Kementerian Urusan Sipil Otoritas Palestina, Walid Wahdan, mengatakan kepada Al-Monitor bahwa “akses ke Masjid Al-Aqsha adalah hak warga Palestina.” Dia menegaskan bahwa serangkaian persyaratan untuk kelayakan mendapatkan izin mengunjungi Al-Aqsha dapat bervariasi, “Kadang-kadang warga yang mengajukan izin harus menikah, sedangkan duda/janda atau orang yang bercerai dikecualikan.” Sementara itu, ribuan orang lainnya “ditolak izinnya karena alasan keamanan.”

Pada bulan April, penjajah Zionis mengumumkan bahwa 700 izin mengunjungi Masjidil Aqsha selama Ramadhan akan diberikan untuk kerabat yang tinggal di negara-negara Arab dan 700 izin lainnya untuk warga Palestina yang bepergian ke luar negeri melalui bandara Ben-Gurion.

Mengenai izin ekspatriat, Wahdan berkata, “Tahun lalu, mereka mengatakan 700 izin akan dikeluarkan, tapi ternyata hanya setengahnya.”* (Ma’an News Agency | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« FOTO: Keluarga-keluarga Kita di Yaman Terima Paket Makanan Ramadhan Tanda Cinta Indonesia
Serdadu Zionis Pasang Penghalang di Dekat Masjidil Aqsha »