605 Pengungsi Palestina Disiksa Hingga Tewas di Penjara Rezim Suriah

26 May 2019, 14:41.
Anak-anak Palestina berunjuk rasa sebagai bentuk solidaritas terhadap pengungsi Palestina di Suriah. Foto: Ashraf Amra/Apaimages

Anak-anak Palestina berunjuk rasa sebagai bentuk solidaritas terhadap pengungsi Palestina di Suriah. Foto: Ashraf Amra/Apaimages

LONDON, Ahad (Middle East Monitor): Sekitar 605 pengungsi Palestina telah disiksa hingga tewas di penjara-penjara rezim Suriah sejak awal perang sipil pada tahun 2011. Hal itu diungkapkan Kelompok Aksi untuk Rakyat Palestina di Suriah dalam sebuah laporan yang dikeluarkan pada Jum’at (24/5).

Kelompok itu menyatakan telah mendokumentasikan kematian sekitar 80 pengungsi akibat penyiksaan pada tahun 2018. Ini meningkat tajam dibandingkan tahun 2017 yang berjumlah 13 orang. Sekitar 77 korban diidentifikasi melalui foto-foto yang bocor dari penjara rezim Suriah.

Menurut kelompok tersebut, dinas keamanan rezim Suriah telah menyerahkan dokumen pribadi para korban kepada keluarga mereka, namun pihak keluarga menolak untuk mengungkapkan nama-nama korban karena takut akan pembalasan dendam oleh pasukan keamanan Suriah.

Kelompok itu mengatakan, para korban termasuk dokter, insinyur, mahasiswa, seniman, pekerja media profesional dan para relawan.

Penahanan 1.757 pengungsi Palestina di penjara-penjara Suriah, termasuk anak-anak, para wanita, lansia dan bayi-bayi dalam pelukan ibu mereka yang nasibnya tidak diketahui, juga telah didokumentasikan.

Menurut kesaksian yang diperoleh dari para mantan tawanan, para pengungsi Palestina di cabang-cabang keamanan Suriah menjadi sasaran semua bentuk penyiksaan dan penghinaan termasuk pemukulan, sengatan listrik dan pemerkosaan.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Serdadu Zionis Culik, Pukuli Warga Palestina yang Hendak ke Masjidil Aqsha
Dengan Senjata Terlarang, Rezim Assad Bombardir Pemukiman dan Fasilitas Kesehatan »