Bayangkan Jika Anda Tinggal di Idlib, Suriah

28 May 2019, 23:48.
Jenazah seorang bayi dikeluarkan dari bawah reruntuhan gedung yang hancur saat operasi pencarian dan penyelamatan setelah serangan udara menghantam area hunian di zona de-eskalasi Idlib, Suriah pada 22 Maret 2019. Foto: Hasan Muhtar/Anadolu Agency

Jenazah seorang bayi dikeluarkan dari bawah reruntuhan gedung yang hancur saat operasi pencarian dan penyelamatan setelah serangan udara menghantam area hunian di zona de-eskalasi Idlib, Suriah pada 22 Maret 2019. Foto: Hasan Muhtar/Anadolu Agency

IDLIB, Selasa (The National): Coba bayangkan Anda menjadi warga sipil di Idlib, Suriah. Anda adalah satu dari tiga juta orang yang terperangkap di provinsi tersebut. Ada 50 persen kemungkinan bahwa Anda terpaksa meninggalkan rumah Anda di tempat lain di Suriah untuk mencari tempat berlindung dari perang. Mungkin Anda termasuk di antara 30.000 orang yang melarikan diri dari Aleppo setelah selamat dari bom gentong rezim Assad dan penghancur bunker Rusia. Mungkin Anda berasal dari Ghouta timur, yang memilih mengasingkan diri dari mereka yang meluncurkan serangan gas klorin mematikan terhadap keluarga dan teman-teman Anda.

Anda mungkin salah satu dari ratusan ribu orang yang tidak bisa tidur selama musim dingin ekstrem tahun ini di kamp-kamp pengungsi, dekat perbatasan Turki. Selama tiga pekan terakhir, sekitar 180.000 orang bergabung dengan Anda, hijrah karena kekerasan baru antara pemberontak oposisi dan ekstremis, serta pemerintah Suriah yang dibantu oleh sekutunya, Rusia.

Mungkin Anda memiliki anak. Di Idlib, seperempat juta anak usia sekolah telah terkena dampak konflik, sekitar 45.000 tidak menempuh pendidikan formal, dan 80.000 terpaksa mengungsi dari rumah mereka karena pertempuran baru-baru ini. Menurut lembaga Save the Children, setidaknya 38 anak telah terbunuh dan 46 lainnya terluka di Idlib sejak 1 April, termasuk sembilan orang yang tewas dalam serangan di sekolah mereka.

Faktanya, banyak dari 160 orang yang terbunuh dalam kekerasan baru-baru ini berada di tempat-tempat yang seharusnya aman – kamp untuk pengungsi internal, klinik dan sekolah-sekolah.

Mungkin Anda mengalami ini secara langsung karena Anda tinggal di dekat rumah sakit, atau lebih buruk lagi, dirawat di salah satu dari 18 fasilitas medis yang dalam tiga minggu terakhir dibom oleh pemerintah Suriah. Lembaga Physicians for Human Rights mengatakan bahwa serangan sistematis rezim terhadap rumah-rumah sakit dan klinik-klinik sama dengan kejahatan perang, kurang lebih setingkat dengan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Jika Anda tinggal di Idlib selama perang, Anda mungkin juga mengalami serangan kimia, seperti yang menewaskan lebih dari 80 orang di kota Khan Sheikhun. Gas klorin telah digunakan oleh rezim terhadap rakyatnya sendiri puluhan kali selama bertahun-tahun – sebuah taktik yang umumnya dibiarkan oleh komunitas internasional.

Anda mungkin telah menyaksikan momen-momen keberanian yang luar biasa dan kekejaman yang mengerikan. Anda mungkin kehilangan orang-orang yang Anda cintai, melihat anggota tubuh hancur, dan anak-anak terkubur di bawah puing-puing.

Lantas, Anda harus menunggu negara-negara menentukan apakah Anda hidup beberapa bulan lagi melalui sebuah kesepakatan, atau menghadapi pertumpahan darah yang tak terhindarkan sekarang. Setelah rezim Assad merebut kembali wilayah itu melalui blokade dan kejahatan perang yang didukung oleh Teheran dan Moskow, Anda sekarang tinggal di provinsi terakhir Suriah yang berada di luar kendali pemerintah.

Anda menghela nafas lega September lalu, ketika Turki menegosiasikan kesepakatan dengan Rusia – yang dibuat di aula ibukota asing, sementara Anda berada ribuan mil jauhnya dan tidak memiliki pengaruh apa pun atas masa depan Anda sendiri.

Bahkan kemudian, Anda tahu bahwa masa jeda itu hanya sesaat; bahwa pembalasan akan terjadi, cepat atau lambat. Itu tidak seperti status quo yang berkelanjutan. Rezim Assad ingin memanfaatkan momentumnya dan akan menggunakan alasan memerangi Hayat Tahrir Al Sham untuk menghancurkan Idlib cepat atau lambat.

Mungkin itu semua akan terjadi sekaligus, seperti di Aleppo dan Ghouta. Mungkin rezim, Rusia dan Iran akan perlahan-lahan menggerogoti tanah Anda, merebut sebuah kota di sini dan sebuah desa di sana.

Pada akhirnya, itu tidak masalah. Tidak ada yang akan membela Anda. Anda akan berusaha melarikan diri, tapi Anda akan terjepit di antara milisi, kelompok ekstremis dan gerbang perbatasan utara yang tertutup.

Anda adalah warga sipil di Idlib, satu dari tiga juta orang yang ada di wilayah itu, dan dunia telah memutuskan bahwa tidak ada satu pun dari Anda yang penting.* (The National | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Inilah Muraithaat: Relawati Penjaga Masjid Al-Aqsha Selama Ramadhan
Serangan Rezim Assad Bunuh 21 Warga Sipil yang Sedang Menanti Waktu Berbuka Puasa »