260.000 Warga Palestina Berkumpul di Masjidil Aqsha untuk Shalat Jum’at Terakhir di Bulan Ramadhan

1 June 2019, 17:22.
Jamaah pria shalat di depan Qubbah As-Sakhrah (Dome of the Rock) yang terletak di kompleks Masjidil Aqsha pada Jum’at terakhir di bulan suci Ramadhan, 31 Mei 2019. Foto: Anadolu Agency

Jamaah pria shalat di depan Qubbah As-Sakhrah (Dome of the Rock) yang terletak di kompleks Masjidil Aqsha pada Jum’at terakhir di bulan suci Ramadhan, 31 Mei 2019. Foto: Anadolu Agency

ISTANBUL, Sabtu (Daily Sabah): Ratusan ribu Muslim Palestina berkumpul di Masjid Al-Aqsha, Baitul Maqdis, untuk melaksanakan shalat Jum’at terakhir di bulan suci Ramadhan.

Hanya pria berumur di atas 40, anak-anak di bawah 12 tahun, dan wanita dari segala usia yang diizinkan otoritas penjajah Zionis untuk memasuki Baitul Maqdis Timur tanpa izin khusus.

“Diperkirakan 260.000 jamaah Palestina menghadiri shalat Jum’at terakhir pada bulan Ramadhan di Masjid Al-Aqsha,” kata Syaikh Azzam al-Khatib, Direktur Jenderal Badan Wakaf di Baitul Maqdis, kepada Anadolu Agency.

Menurut al-Khatib, jamaah juga datang ke tempat suci ummat Islam itu untuk memperoleh Lailatul Qadar.

Di dalam kompleks masjid yang sebagian besar tidak tertutup itu, air disemprotkan ke arah jamaah agar mereka tidak kepanasan berada di bawah sinar matahari Baitul Maqdis yang sangat terik, dengan suhu mendekati 40 derajat.

Sementara itu, para serdadu Zionis meningkatkan pengawasan di kompleks Masjid Al-Aqsha dengan mengerahkan ratusan serdadu di dan sekitar Kota Tua Baitul Maqdis.

‘Israel’ secara ilegal menjajah Baitul Maqdis Timur, tempat Al-Aqsha berada, sejak Perang Arab-’Israel’ pada 1967. Sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional. ‘Israel’ mencaplok seluruh kota itu pada tahun 1980 dan mengklaimnya sebagai ibukota negara Yahudi “yang abadi dan tidak terbagi”. Pada bulan Desember 2017, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Baitul Maqdis sebagai ibukota ‘Israel’.

Bagi ummat Islam, Al-Aqsha merupakan tempat suci ketiga setelah Makkah dan Madinah. Sementara orang-orang Yahudi menyebut area itu sebagai “Temple Mount” dan mengklaimnya sebagai lokasi dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Hukum internasional menganggap Tepi Barat dan Baitul Maqdis Timur sebagai “wilayah terjajah.”

Beberapa jam sebelum shalat Jum’at, seorang remaja Palestina ditembak mati oleh gerombolan serdadu ‘Israel’ di Tepi Barat terjajah ketika ia berusaha untuk menyelinap ke dalam Baitul Maqdis untuk shalat di Masjid Al-Aqsha.* (Daily Sabah | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Serdadu Zionis Kembali Tangkap Murabithah Al-Aqsha Ini
Hanya Karena Ingin Shalat Jum’at di Masjidil Aqsha, Serdadu Zionis Bunuh Pemuda Palestina Ini »