Hanya Karena Ingin Shalat Jum’at di Masjidil Aqsha, Serdadu Zionis Bunuh Pemuda Palestina Ini

2 June 2019, 14:02.

BAITUL MAQDIS TERJAJAH, Ahad (TRT World): Gerombolan serdadu Zionis menembak dan membunuh seorang warga Palestina berusia 16 tahun di dekat tembok pemisah Tepi Barat terjajah pada Jum’at (31/5), ungkap pejabat kesehatan Palestina. Sementara itu, warga Palestina lainnya terbunuh oleh serdadu Zionis di Baitul Maqdis.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, serdadu Zionis menembak dan membunuh Abdullah Ghaith (16) di dekat kota Bayt Lahm di Tepi Barat. Sedangkan seorang warga Palestina lainnya yang berusia 21 tahun terluka oleh peluru tajam yang ditembakkan serdadu Zionis ke perutnya.

Serdadu Zionis dan para saksi mata mengatakan, dua pemuda Palestina itu ditembak ketika berusaha memanjat tembok pemisah yang dijaga ketat dari Bayt Lahm menuju Baitul Maqdis untuk melaksanakan shalat Jum’at di Masjid Al-Aqsha.

Otoritas ‘Israel’ melarang pria berusia di bawah 40 memasuki Baitul Maqdis pada hari Jum’at selama Ramadhan kecuali mereka memiliki izin khusus.

Ayah bocah lelaki itu, Louai Ghaith, mengatakan putranya berusaha memasuki Baitul Maqdis untuk shalat di Masjidil Aqsha.

Jenazah Ghaith dibawa ke rumah sakit Bayt Lahm, tempat keluarganya yang berduka mengidentifikasinya.

“Ia akan memenuhi kewajiban agamanya, dia hendak beribadah,” kata Louai Ghaith.

“Mereka membunuhnya dengan peluru di dadanya, seperti sebuah permainan, dan 16 tahun saya membesarkannya.”

Secara terpisah, serdadu Zionis menembak mati seorang warga Palestina berusia 19 tahun yang menurut mereka diduga melakukan penikaman di dekat Gerbang Damaskus (Bab al-Amud).

Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi remaja itu sebagai Yousef Wajih, dari sebuah desa dekat kota Ramallah di Tepi Barat.

Dua warga Palestina itu gugur ketika puluhan ribu Muslim Palestina berkumpul di Masjid Al-Aqsha, Baitul Maqdis, untuk melaksanakan shalat Jum’at terakhir di bulan Ramadhan.

Hanya pria di atas usia 40, anak-anak di bawah 12 tahun, dan wanita dari segala usia yang diizinkan oleh otoritas penjajah Zionis untuk memasuki Baitul Maqdis Timur terjajah tanpa izin khusus.

‘Israel’ secara ilegal menjajah Baitul Maqdis Timur, tempat Al-Aqsha berada, sejak Perang Arab-’Israel’ pada 1967. Sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional. ‘Israel’ mencaplok seluruh kota itu pada tahun 1980 dan mengklaimnya sebagai ibukota negara Yahudi “yang abadi dan tidak terbagi”. Pada bulan Desember 2017, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Baitul Maqdis sebagai ibukota ‘Israel’.

Bagi ummat Islam, Al-Aqsha merupakan tempat suci ketiga setelah Makkah dan Madinah. Sementara orang-orang Yahudi menyebut area itu sebagai “Temple Mount” dan mengklaimnya sebagai lokasi dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Hukum internasional menganggap Tepi Barat dan Baitul Maqdis Timur sebagai “wilayah terjajah.”* (TRT World | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« 260.000 Warga Palestina Berkumpul di Masjidil Aqsha untuk Shalat Jum’at Terakhir di Bulan Ramadhan
Jenazah Tawanan yang Dieksekusi Rezim Assad Ditemukan di Kuburan Massal di Dara’a »