Bentrokan Terjadi di Kompleks Al-Aqsha Setelah Ratusan Pemukim Ilegal Yahudi Serbu Masjid

3 June 2019, 15:23.
Gerombolan serdadu Zionis menyerang sejumlah jamaah, termasuk penjaga masjid dan melarang tenaga medis memberikan bantuan medis. Foto: Faiz Abu Rmeleh/Anadolu Agency

Gerombolan serdadu Zionis menyerang sejumlah jamaah, termasuk penjaga masjid dan melarang tenaga medis memberikan bantuan medis. Foto: Faiz Abu Rmeleh/Anadolu Agency

LONDON, Senin (Middle East Monitor | Al Jazeera): Bentrokan terjadi antara jamaah Palestina dan gerombolan serdadu Zionis di kompleks Masjid Al-Aqsha, Baitul Maqdis, pada Ahad (2/6) setelah gerombolan pemukim ilegal Yahudi menyerbu tempat suci ummat Islam itu. Hal itu diungkapkan Lembaga Wakaf Baitul Maqdis.

Dalam sebuah pernyataan, lembaga tersebut menyatakan serdadu Zionis mengizinkan lebih dari 400 pemukim ilegal Yahudi memasuki kompleks Al-Aqsha di hari ke-28 Ramadhan.

Ratusan jamaah meneriakkan Allahu Akbar sebagai ungkapan kemarahan terhadap penyerbuan yang dilakukan para pemukim ilegal Yahudi yang dikawal ketat serdadu Zionis bersenjata di kompleks Masjidil Aqsha.

Gerombolan serdadu Zionis mengejar dan menyerang sejumlah jamaah, termasuk seorang penjaga masjid dan melarang petugas medis memberikan bantuan medis, ungkap lembaga itu.

Gerombolan serdadu Zionis menggunakan peluru karet, menembakkan gas air mata dan bom kejut, serta mengejar jamaah hingga pintu masuk ke gedung di bagian selatan, tempat jamaah membentuk barikade.

Seorang pria Palestina menderita cedera di kepala, sementara jamaah lainnya sesak nafas akibat gas air mata yang ditembakkan ke dalam kompleks Al-Aqsha, ungkap seorang tenaga medis dari Bulan Sabit Merah Palestina. Tujuh jamaah dikabarkan ditangkap selama bentrokan.

Bentrokan pada Ahad terjadi setelah kelompok-kelompok Yahudi menyerukan para pemukim ilegal Yahudi menyerbu Masjidil Aqsha untuk memperingati apa yang mereka sebut “reunifikasi Baitul Maqdis”.

Ini merupakan kali pertama dalam sekitar 30 tahun bahwa orang-orang Yahudi diizinkan memasuki kompleks Masjidil Aqsha selama hari-hari terakhir Ramadhan.

Direktur Masjidil Aqsha Omar al-Kiswani menyatakan ‘Israel’ melanggar perjanjian yang melarang penyerbuan seperti itu di hari-hari terakhir Ramadhan.

Pada Ahad pagi, penjajah Zionis mengerahkan ratusan serdadunya di sekitar kompleks masjid dan di seluruh kota Baitul Maqdis karena ratusan pemukim ilegal Yahudi menunggu di pintu-pintu Masjidil Aqsha untuk masuk.

‘Israel’ secara ilegal menjajah Baitul Maqdis Timur, tempat Al-Aqsha berada, sejak Perang Arab-’Israel’ pada 1967. Sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional. ‘Israel’ mencaplok seluruh kota itu pada tahun 1980 dan mengklaimnya sebagai ibukota negara Yahudi “yang abadi dan tidak terbagi”. Pada bulan Desember 2017, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Baitul Maqdis sebagai ibukota ‘Israel’.

Bagi ummat Islam, Al-Aqsha merupakan tempat suci ketiga setelah Makkah dan Madinah. Sementara orang-orang Yahudi menyebut area itu sebagai “Temple Mount” dan mengklaimnya sebagai lokasi dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Hukum internasional menganggap Tepi Barat dan Baitul Maqdis Timur sebagai “wilayah terjajah.”* (Middle East Monitor | Al Jazeera | Sahabat Al-Aqsha)

Gerombolan pemukim ilegal Yahudi dengan kawalan ketat serdadu Zionis menyerbu kompleks Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis pada 2 Juni 2019. Foto: Faiz Abu Rmeleh/Anadolu Agency

Gerombolan pemukim ilegal Yahudi dengan kawalan ketat serdadu Zionis menyerbu kompleks Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis pada 2 Juni 2019. Foto: Faiz Abu Rmeleh/Anadolu Agency

Jamaah Muslimah meneriakkan slogan-slogan ketika gerombolan pemukim ilegal Yahudi menyerbu kompleks Masjidil Aqsha pada 2 Juni 2019. Foto: Faiz Abu Rmeleh/Anadolu Agency

Jamaah Muslimah meneriakkan takbir ketika gerombolan pemukim ilegal Yahudi menyerbu kompleks Masjidil Aqsha pada 2 Juni 2019. Foto: Faiz Abu Rmeleh/Anadolu Agency

Jamaah meneriakkan slogan-slogan ketika pemukim ilegal Yahudi menyerbu Masjidil Aqsha pada 2 Juni 2019. Foto: Faiz Abu Rmeleh/Anadolu Agency

Jamaah meneriakkan takbir ketika pemukim ilegal Yahudi menyerbu Masjidil Aqsha pada 2 Juni 2019. Foto: Faiz Abu Rmeleh/Anadolu Agency

Foto: Faiz Abu Rmeleh/Anadolu Agency

Foto: Faiz Abu Rmeleh/Anadolu Agency

Gerombolan serdadu Zionis menutup pintu masuk Masjid Kiblah dengan rantai ketika ratusan pemukim ilegal Yahudi menyerbu Masjidil Aqsha pada 2 Juni 2019. Foto: Faiz Abu Rmeleh/Anadolu Agency

Gerombolan serdadu Zionis menutup pintu masuk Masjid Kiblah dengan rantai ketika ratusan pemukim ilegal Yahudi menyerbu Masjidil Aqsha pada 2 Juni 2019. Foto: Faiz Abu Rmeleh/Anadolu Agency

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Jenazah Tawanan yang Dieksekusi Rezim Assad Ditemukan di Kuburan Massal di Dara’a
416 Warga Sipil Termasuk Anak-anak, Paramedis dan Relawan Terbunuh di Suriah pada Mei »