416 Warga Sipil Termasuk Anak-anak, Paramedis dan Relawan Terbunuh di Suriah pada Mei

4 June 2019, 12:55.
Foto: SNHR

Pemakaman korban pembantaian yang dilakukan oleh pasukan rezim Suriah di kota Ma’aret al-Nu’man, 22 Mei 2019. Foto: SNHR

LONDON, Selasa (SNHR): Syrian Network for Human Rights (SNHR) mengungkapkan dalam laporan bulannya bahwa 416 warga sipil, termasuk empat personel medis dan satu personel Pertahanan Sipil, didokumentasikan terbunuh di Suriah pada Mei 2019. Selain itu, 14 orang tewas akibat penyiksaan oleh pihak pelaku utama konflik di Suriah.

Dalam laporan setebal 17 halaman, lembaga yang berbasis di London itu mengungkap bahwa kejahatan pembunuhan telah meluas dan sistematis, terutama oleh pasukan rezim Suriah dan milisi-milisi yang berafiliasi dengan mereka. SNHR juga menjelaskan, masuknya sejumlah pihak ke dalam konflik Suriah telah meningkatkan pentingnya dan kompleksitas pendokumentasian korban terbunuh di Suriah.

Sejak 2011 SNHR telah membuat program elektronik untuk mengarsipkan dan mengategorikan data para korban sehingga memungkinkan lembaga itu untuk membuat katalog para korban sesuai dengan gender dan lokasi di mana masing-masing dibunuh, daerah asal para korban, dan pihak yang bertanggung jawab atas pembunuhan, serta untuk membuat perbandingan antara pihak-pihak itu, dan mengidentifikasi wilayah yang kehilangan proporsi terbesar penduduknya.

SNHR mencatat kematian 416 warga sipil pada bulan Mei 2019, termasuk 107 anak-anak dan 62 wanita (wanita dewasa). Angka ini diperinci berdasarkan para pelaku dalam setiap kasus, yakni 269 warga sipil, termasuk 51 anak-anak dan 48 wanita, terbunuh oleh pasukan rezim Suriah. Sementara 45 warga sipil, termasuk 17 anak-anak dan 10 wanita terbunuh di tangan pasukan Rusia, dan dua warga sipil tewas oleh kelompok-kelompok ekstremis, di antaranya ISIS dan Hay’at Tahrir al-Sham masing-masing membunuh satu warga sipil.

Laporan juga mendokumentasikan kematian enam warga sipil, termasuk lima anak-anak dan seorang wanita oleh faksi Armed Opposition, sementara Syrian Democratic Forces menewaskan 21 warga sipil, termasuk enam anak-anak. Selain itu, sekitar 73 warga sipil termasuk 28 anak-anak dan tiga wanita terbunuh oleh pihak-pihak lainnya. Laporan mencatat bahwa di antara para korban ada empat personel medis, semuanya tewas dalam serangan yang diluncurkan oleh pasukan rezim Suriah, sementara satu anggota personel Pertahanan Sipil terbunuh akibat serangan udara Rusia.

Menurut laporan itu, tim kerja SNHR mendokumentasikan sekitar 14 orang tewas akibat penyiksaan pada bulan Mei; 11 dari korban ini tewas oleh pasukan rezim Suriah, dua oleh Syrian Democratic Forces dan satu orang lagi oleh pihak lain.

SNHR juga mendokumentasikan 12 pembantaian pada Mei. Istilah ‘pembantaian’ digunakan untuk merujuk pada serangan yang menyebabkan kematian setidaknya lima orang dalam insiden yang sama. Menurut definisi tersebut, laporan ini mencatat sembilan pembantaian yang dilakukan oleh pasukan rezim Suriah, dua oleh pasukan Rusia dan satu pembantaian oleh Syrian Democratic Forces.

Menurut laporan tersebut, tidak ada catatan peringatan yang dikeluarkan oleh rezim Suriah atau pasukan Rusia sebelum serangan sesuai dengan persyaratan hukum kemanusiaan internasional. Ini terjadi sejak awal revolusi di Suriah.

Oleh karena itu, SNHR menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah-langkah tambahan setelah penerapan Resolusi 2254, dan menekankan pentingnya merujuk kasus Suriah ke Mahkamah Pidana Internasional. SNHR juga menegaskan bahwa semua yang terlibat harus bertanggung jawab termasuk rezim Rusia yang keterlibatannya dalam kejahatan perang telah berulang kali terbukti.

Laporan itu juga meminta agar semua badan PBB yang terkait berupaya keras untuk menyediakan makanan, bantuan medis dan kemanusiaan di daerah-daerah di mana pertempuran telah berhenti, di kamp-kamp pengungsi internal, serta menindaklanjutinya dengan negara-negara yang telah menjanjikan kontribusi sukarela.

SNHR dalam laporannya juga menekankan bahwa rezim Suriah harus menghentikan pengeboman yang membabi buta dan menargetkan wilayah pemukiman, rumah sakit, sekolah dan pasar, serta mengakhiri tindakan penyiksaan yang telah menyebabkan kematian ribuan warga Suriah di pusat-pusat penahanan, dan mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB dan hukum adat kemanusiaan.

Laporan itu juga menyerukan pasukan Koalisi Internasional untuk mengakui sejumlah operasi pengeboman mereka yang telah mengakibatkan kematian warga sipil tak bersalah, dan menuntut agar koalisi melakukan penyelidikan serius, serta memberikan kompensasi dan meminta maaf kepada para korban dan semua yang terkena dampak.

Terakhir, laporan ini menekankan perlunya organisasi internasional untuk mengembangkan rencana operasional yang mendesak untuk mengamankan tempat penampungan yang layak bagi para pengungsi internal.* (SNHR | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Bentrokan Terjadi di Kompleks Al-Aqsha Setelah Ratusan Pemukim Ilegal Yahudi Serbu Masjid
Gerombolan Serdadu Zionis Sita Mainan Anak-anak di Baitul Maqdis »