PENYALURAN AMANAH: Hidangan Ifthar untuk Muhajirin di Idlib, Suriah

7 June 2019, 16:15.
Foto: Sahabat Al-Aqsha

Foto: Sahabat Al-Aqsha

IDLIB, Jum’at (Sahabat Al-Aqsha): Idlib yang hijau itu sepi.

Di bagian lainnya, gemuruh hujan bom baru saja berhenti.

Sebentar.

Api masih berkobar.

Asap masih membumbung.

Debu reruntuhan masih terbang.

Jerit kesakitan masih melengking.

Nyawa masih meregang.

Warga masih bergegas menolong.

Akan tetapi, laki-laki yang sedih itu ada janji. Setiap jam sekian menjelang maghrib, amanahnya cuma satu: Berdiri di belakang truk itu, membagikan hidangan-hidangan ifthar. Dalam diam.

Ini amanah dari keluarga-keluarga Indonesia untuk keluarga-keluarga Suriah kita.

“Aku bukan cuma mengecek nama dan menyerahkan makanan,” katanya dengan suara lirih.

“Aku menghitung nyawa dan mengucapkan doa selamat tinggal.”

“Di Idlib, ini bisa jadi hidangan terakhir kita.”

“Karena rezim Assad angkara murka tak henti memanen nyawa.”

“Allah Al-Musta’an. Allah satu-satunya tempat minta tolong.”

Allah muliakan Idlib jadi tempat berlindung jutaan pengungsi. Benteng terakhir.

Angkara yang haus kuasa dan nyawa tak henti mengintai Idlib. Entah sampai kapan.

Semoga Allah luluskan warga Idlib dan kita melewati ujian ini. Kita? Ya, kita.

Semoga cara kita memenuhi panggilan Idlib, dianggap lulus oleh Allah Ta’ala.

Terima kasih Indonesia. We love you fii Sabiilillaah.* (Sahabat Al-Aqsha)

Foto: Sahabat Al-Aqsha

Foto: Sahabat Al-Aqsha

Foto: Sahabat Al-Aqsha

Foto: Sahabat Al-Aqsha

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« 250 Bocah Palestina Rayakan Idul Fitri di Penjara ‘Israel’
Masyarakat Internasional Bungkam, Rezim Assad Kian Gencar Bombardir Warga Sipil dan Daerah Pemukiman »