Penjajah Zionis Minta Inggris Ilegalkan Hamas dan Gerakan BDS

6 July 2019, 20:47.
Menteri Dalam Negeri Inggris Sajid Javid berjabat tangan dengan Benyamin Netanyahu . Foto: Twitter

Menteri Dalam Negeri Inggris Sajid Javid berjabat tangan dengan Benyamin Netanyahu . Foto: Twitter

LONDON, Sabtu (Middle East Monitor): Penjajah Zionis meminta Menteri Dalam Negeri Inggris Sajid Javid untuk mengilegalkan Hamas dan gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS). Awal pekan ini Sajid bertemu dengan Menteri Zionis Gilad Erdan di Tel Aviv sebelum bertemu dengan Benyamin Netanyahu.

Pada tahun 2001, Inggris mencap sayap militer Hamas Brigade Izzuddin Al-Qassam sebagai “organisasi teroris”, namun mengakui kekuatan politiknya sebagai lembaga yang memerintah Jalur Gaza yang terblokade.

Selama kunjungan dua hari, Javid mengunjungi Tembok Al-Buraq (Tembok Barat) di Baitul Maqdis Timur terjajah dan meletakkan catatan di antara batu-batu.

Ia juga menjadi menteri kabinet Inggris pertama yang shalat di Masjid Al-Aqsha, tempat suci ketiga ummat Islam.

Dia mengatakan: “Kebebasan beragama dan berkeyakinan adalah hak yang tidak dapat dinegosiasikan, berlaku untuk semua orang, dan pemerintah Inggris berkomitmen untuk mengatasi kebencian anti-Muslim, anti-Semitisme, persekusi terhadap orang Kristen dan segala hambatan lainnya baik di Inggris maupun di seluruh dunia.”

Ia juga bertemu Perdana Menteri Otoritas Palestina Mohammad Shtayyeh dan utusan PBB untuk Timur Tengah Nickolay Mladenov.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Alih-alih Bebas, Mesir Kembali Jebloskan Putri Yusuf Al-Qaradawi ke Sel Isolasi
PBB: Rezim Assad Sengaja Bombardir Rumah Sakit di Idlib »