Aktivis HAM: China Lakukan Segala Cara untuk Hapus ‘Identitas’ Uighur

7 July 2019, 21:52.
Foto: AFP

Foto: AFP

ANKARA, Ahad (Daily Sabah): China menggunakan segala cara untuk menghapus identitas etno-agama Uighur, ungkap seorang aktivis Uighur yang berada di pengasingan.

“Jutaan warga Uighur telah dikurung oleh China di kamp-kamp mirip Nazi di Turkistan Timur,” kata Seyit Tumturk, kepala Majelis Nasional Turkistan Timur, pada Jum’at malam, saat peringatan 10 tahun kerusuhan Urumqi. Kerusuhan hebat selama beberapa hari itu terjadi pada 5 Juli 2009 di Urumqi, ibukota Daerah Otonomi Uighur Xinjiang di barat laut China. Puluhan orang tewas dalam kerusuhan dan ratusan orang ditangkap.

Tumturk mengatakan, China berusaha menghapus identitas Uighur dengan menghancurkan budayanya melalui sejumlah aksi, seperti melarang alphabet Uighur, menghancurkan masjid-masjid, dan menghapus warisan sejarahnya.

“Anak-anak lelaki kami disiksa, anak-anak perempuan kami dipaksa menikah dengan warga China Han, dan anak-anak kami telah dikirim ke panti-panti asuhan, hanya karena mereka Muslim,” tambahnya.

Tumturk menekankan, selama bertahun-tahun China berbohong tentang “kamp kejuruan”nya, meskipun ada laporan dari PBB dan Uni Eropa. Akan tetapi, akhirnya mengakui keberadaannya.

Wilayah Xinjiang, China, adalah rumah bagi sekitar 10 juta warga Uighur. Kelompok Muslim, yang merupakan 45% dari populasi Xinjiang, telah lama menuduh pemerintah China melakukan diskriminasi budaya, agama, dan ekonomi.

Menurut pejabat Amerika Serikat dan pakar PBB, hingga satu juta orang atau sekitar 7% dari populasi Muslim di Xinjiang telah dipenjara dalam jaringan kamp “pendidikan ulang politik”.

Dalam sebuah laporan yang dirilis September lalu, Human Rights Watch (HRW) menuding pemerintah China melakukan “kampanye sistematis pelanggaran hak asasi manusia” terhadap Muslim Uighur di Xinjiang.* (Daily Sabah | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« PBB: Rezim Assad Sengaja Bombardir Rumah Sakit di Idlib
Penyelidik PBB Laporkan Kemungkinan Kejahatan Perang Baru di Myanmar »