Tempat Penampungan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Rusak Karena Banjir

9 July 2019, 22:29.
Kamp pengungsi di Cox’s Bazar setelah dilanda hujan deras, yang mengakibatkan sejumlah daerah dilanda banjir. Foto: WFP/Gemma Snowdon

Kamp pengungsi di Cox’s Bazar setelah dilanda hujan deras, yang mengakibatkan sejumlah daerah dilanda banjir. Foto: WFP/Gemma Snowdon

COX’S BAZAR, Selasa (UN News): Hujan deras yang mengguyur Bangladesh menghancurkan 273 tempat penampungan dan melukai 11 warga Rohingya di Cox’s Bazar – rumah bagi lebih dari 900.000 pengungsi Rohingya. Hal itu diungkapkan badan pengungsi PBB, UNHCR, pada Jum’at lalu. Kamp pengungsi terbesar itu dilanda hujan selama tiga hari tanpa henti. Hujan deras diperkirakan akan terjadi sepanjang pekan ini dan empat bulan musim hujan masih akan berlangsung.

Para relawan pengungsi yang dilatih oleh UNHCR dan para mitra, bekerja sepanjang malam pada hari Rabu lalu dalam kondisi hujan lebat, untuk membantu keluarga-keluarga yang membutuhkan bantuan. Dalam beberapa kasus, ini melibatkan penyelamatan para pengungsi dari tempat penampungan yang hancur oleh 26 tanah longsor.

Sekitar 2.137 orang telah direlokasi, baik karena tempat penampungan mereka telah mengalami kerusakan berat atau sebagai langkah pencegahan. Pasokan darurat didistribusikan untuk membantu membangun kembali, memperbaiki dan memperkuat tempat penampungan yang rusak.

Persiapan untuk menghadapi musim hujan di Cox’s Bazar meliputi pendirian bangunan-bangunan penopang di lereng bukit, memasang drainase, dan membangun jalan serta jembatan. Waduk juga telah dibangun untuk menyimpan air hujan dan menstabilkan pasokan air.

Sejak Januari, sekitar 21.000 pengungsi telah dipekerjakan setiap bulan melalui Program Pangan Dunia PBB (WFP) untuk membantu pengurangan risiko bencana dan pekerjaan teknik yang dirancang untuk membuat kamp lebih aman, termasuk stabilisasi lereng.

Kondisi di Cox’s Bazar masih kritis

Saat jumpa pers di Kantor PBB di Jenewa pada Jum’at lalu, juru bicara WFP Herve Verhoosel mengatakan bahwa tahun ini, badan-badan PBB dan lembaga-lembaga non-pemerintah akan menyelesaikan pekerjaan reboisasi di lebih dari 200 hektar kamp, yang akan membantu menstabilkan tanah dan mengurangi risiko tanah longsor. WFP bertanggung jawab atas sekitar 40% dari reboisasi, dengan masukan teknis dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, FAO.

Persediaan makanan untuk ribuan pengungsi di Cox’s Bazar telah rusak oleh banjir, kata Verhoosel. WFP telah memberikan biskuit energi tinggi dan makanan hangat kepada 4.889 orang, serta memiliki persediaan yang cukup untuk memberi makan lebih dari 160.000 orang dalam keadaan darurat.

Ia menambahkan bahwa hampir dua tahun setelah masuknya warga Rohingya ke Bangladesh pada 2017, situasinya masih tetap kritis. Para pengungsi tetap sangat rentan terhadap kerawanan pangan dan situasinya akan memburuk dengan cepat jika bantuan kemanusiaan dihentikan atau dikurangi: “Dibutuhkan 24 juta dolar AS setiap bulan untuk memberi makan hampir 900.000 pengungsi dan tanpa dukungan berkelanjutan dari komunitas internasional, kondisi para pengungsi ini akan semakin memburuk.”* (UN News | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Assad Ganti Kepala Keamanannya yang ‘Terlibat Kejahatan Perang’
Pemukim Ilegal Yahudi Rampas Gedung Warga Palestina di Baitul Maqdis »